Estonia Minat Kembangkan Data Digital di Indonesia

Oleh Tira Santia pada 14 Jul 2021, 15:50 WIB
Diperbarui 14 Jul 2021, 15:50 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Presiden Estonia Kersti Kaljulaid. Dok Kemenkoperekonomian
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Presiden Estonia Kersti Kaljulaid. Dok Kemenkoperekonomian

Liputan6.com, Jakarta Negara Estonia menyatakan minat untuk mengembangkan data digital di Indonesia. Estonia merupakan salah satu negara yang terdepan dalam kerja sama dan keamanan siber.

Ini terungkap saat kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Singapura. Di sana, dia juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Estonia Kersti Kaljulaid.

Mengawali pertemuan tersebut, Menko Airlangga mengucapkan selamat atas terbentuknya pemerintahan baru Estonia.

Presiden Kersti Kaljulaid merupakan Presiden Perempuan terpilih Estonia pertama. Kedua pejabat bertukar pendapat pengembangan digital yang dilakukan kedua negara.

Presiden Kaljulaid menyampaikan keinginan untuk ikut serta dalam pengembangan data digital di Indonesia.

Menko Airlangga menyampaikan, Indonesia sedang mengembangkan data digital dan juga investasi sehingga kemungkinan untuk kerja sama ekonomi sangat terbuka.

Pembahasan dapat dilanjutkan dalam tingkat teknis. Estonia merupakan salah satu negara yang terdepan dalam kerja sama dan keamanan siber.

Sebelum pandemi, Pemerintah Indonesia telah menunjukkan keinginannya untuk meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Estonia terkait kerja sama siber, keamanan siber dan e-governance.

Kedua negara telah mengadakan pertemuan virtual membahas “E-Residency Estonia, Gerbang Industri Kreatif dan Ekonomi Digital Indonesia menuju Pasar Uni Eropa” pada 15 April 2021 lalu.

Kerja sama digital antar kedua negara sangat penting melihat potensi dan perkembangan teknologi saat ini.

Indonesia diketahui sebagai hub ekonomi digital untuk kawasan Asia Tenggara. Nilai pasar Indonesia saat ini mencapai USD 271 juta, sekitar setengah dari nilai ekonomi Asia Tenggara yang terdiri dari e-commerce, transportasi dan makanan, travel, media dan layanan keuangan.

“Saat ini, Indonesia juga memiliki enam startup unicorn dengan valuasi lebih dari USD 1 miliar," jelas Menko Airlangga dalam keterangannya, Rabu (14/7/2021). 

Ini semakin menunjukkan perkembangan ekonomi digital di Indonesia sangatlah luar biasa, dan potensi serta talenta yang terus bertambah.

”Selain itu, Menko Airlangga juga menyampaikan perkembangan kemudahan berinvestasi atau melakukan bisnis di Indonesia setelah disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja.

“UU No. 11 Tahun2020 tentang Cipta Kerja memudahkan investasi di Indonesia melalui kemudahan berusaha atau ease of doing business menjadi lebih transparan, lebih cepat dan lebih mudah,” ujarnya pada Selasa(13/07) malam.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mitra Dagang Terbesar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Estonia merupakan mitra dagang terbesar Indonesia di Kawasan Baltik. Nilai perdagangan antara Indonesia dan Estonia selalu meningkat sejak 2016, dengan surplus selalu berada di pihak Indonesia.

Pada 2020, nilai perdagangan antara kedua negara mencapai USD 202,6 juta atau naik 5,56 persen dibandingkan 2019.

Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 161,7 juta di 2020, naik dibandingkan nilai surplus 2019 sebesar USD 143 juta.

Untuk periode Januari hingga April 2021, secara year-on-yearekspor Indonesia ke Estonia meningkat 52 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya,sementara impor dari Estonia turun 50 persen. Nilai perdagangan antara kedua negara pada periode initercatat sebesar USD 93 Juta.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya