Pengamat: Genjot Konsumsi BBM RON Tinggi Butuh Sosialisasi yang Masif

Oleh Liputan6.com pada 14 Jul 2021, 09:15 WIB
Diperbarui 14 Jul 2021, 12:52 WIB
Pertamina Turunkan Harga BBM
Perbesar
Petugas SPBU melayani pengisian BBM di SPBU Jakarta, Minggu (10/2). Harga Dex diturunkan dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter. (Liputan6.com/AnggaYuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah diminta tak putus melakukan sosialisasi manfaat dari penggunaan BBM RON tinggi meski konsumsinya terus meningkat. Pemerintah bisa menggandeng komunitas-komunitas kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4 dalam upaya sosialisasi kepada pengguna.

Pengamat Energi Mamit Setiawan menyatakan, upaya-upaya tersebut harus diteruskan dan dijaga serta dikembangkan dengan inovasi-inovasi lain, sehingga semakin menarik bagi konsumen. Hal yang tidak kalah penting adalah pelayanan di SPBU harus semakin di tingkatkan.

"Takaran juga harus semakin pas mengingat pengguna BBM RON tinggi saat ini adalah kelas menengah ke atas yang cukup kritis," jelas dia, Rabu (14/7/2021).

Perlu diketahui, pemilihan BBM yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan bermotor ternyata bisa berakibat fatal berupa kerusakan mesin.

Pasalnya, bila mobil modern dipaksa menggunakan BBM oktan rendah, akan berdampak kepada perbaikan akibat kerusakan mesin bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Penggunaan dan pemilihan bahan bakar perlu pertimbangan. Karena, akibat penggunaan BBM RON rendah banyak dikeluhkan oleh pengguna kendaraan.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pengamat Soal Pemakai BBM RON Rendah Turun: Masyarakat Mulai Sadar Pakai BBM Berkualitas

Pertamina Beri Diskon Khusus Pemudik
Perbesar
Pemotor mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta, Kamis (15/6). Mulai tanggal 18 Juni-24 Juli, harga Pertamax menjadi Rp.8000 8000 yang berlaku di SPBU bertanda khusus yang tersebar di jalur mudik. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, kesadaran masyarakat khususnya pemilik kendaraan bermotor untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas tinggi dinilai semakin meningkat.

Ini diungkapkan Pengamat otomotif Mukiat Sutikno, menanggapi peningkatan konsumsi bahan bakar berkualitas pasca larangan mudik Lebaran.

“Tren ini tentu menggembirakan. Apalagi, jika bicara mesin (mobil) baru di Amerika dan Eropa, sudah menggunakan Euro 5 dan Euro 6. Tentunya partikel dari bahan bakarnya jauh lebih bersih,” ujar dia seperti melansir Antara, Senin (31/2/2021).

Berdasarkan data Satgas Ramadhan Idul Fitri (RAFI) Pertamina, konsumsi Pertamax Series dan Dex Series rata-rata berada di atas angka 11 persen. Di sisi lain, penggunaan BBM dengan RON paling rendah (RON 88) pun saat ini hanya tinggal 10 persen.

Menurut Mukiat, terdapat sejumlah keuntungan jika memakai BBM berkualitas. Pertama, penggunaan BBM RON tinggi akan membuat mesin kendaraan berumur panjang dan tak cepat mengalami gangguan. Kedua, performa mesin lebih baik dan lebih menghemat penggunaan bahan bakar.

“Manfaat lain, menjaga lingkungan agar tetap bersih terutama mengurangi polusi udara,” katanya dalam keterangannya.

Penggunaan bahan bakar RON 92 ke atas juga akan meningkatkan kemampuan mesin yang memiliki kapasitas kecil, seperti 1.000 cc - 1.500 cc. Mesin ini akan menghasilkan power yang cukup besar.

BBM dengan RON tinggi akan menguntungkan bagi konsumen. "Small engine size bisa menghasilkan tenaga mesin yang besar,” katanya.

Sebaliknya, penggunaan BBM berkualitas rendah akan membuat gangguan pada mesin kendaraan, meskipun mesin kendaraan baru. “Akan mengganggu performa mesin semaksimal mungkin. Mesin jadi tidak awet. Makanya, saya sarankan memakai BBM berkualitas tinggi,”

Terakhir, Mukiat berharap Pertamina selaku produsen BBM di Tanah Air agar terus menjaga ketersediaan BBM berkualitas tinggi hingga pelosok negeri.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya