Tak Terhalang Pandemi, Menteri Bahlil Kejar Investor Hingga ke AS

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 14 Jul 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 14 Jul 2021, 11:00 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meluncurkan Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi, Senin (23/3/2020). (Athika/Liputan6.com)
Perbesar
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meluncurkan Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi, Senin (23/3/2020). (Athika/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke beberapa kota di Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat hubungan ekonomi, khususnya di bidang investasi antara Indonesia pemerintahan baru Negeri Paman Sam di bawah kendali Presiden Joe Biden.

Merujuk laporan Kementerian Investasi/BKPM, total realisasi investasi asal Amerika Serikat periode 2016-Maret 2021 mencapai USD 6,6 miliar dan menempati peringkat ke-8. Adapun sektor investasi yang mendominasi selama periode tersebut yaitu Pertambangan (82 persen), Jasa Lainnya (5 persen), Listrik, Gas, dan Air (5 persen), Hotel dan Restoran (2 persen), dan Industri Kimia dan Farmasi (1 persen).

Berdasarkan lokasinya, 85 persen realisasi investasi tersebut berada di luar pulau Jawa dengan mayoritas di wilayah Papua sebesar 78 persen.

"AS adalah investor penting bagi Indonesia. Investasi AS di Indonesia sudah ada sejak awal masa kemerdekaan Indonesia. Hubungan kedua negara perlu terus diperkuat dan ditingkatkan, sehingga potensi kerja sama dan investasi AS di Indonesia dapat semakin meningkat," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

Bahlil menyampaikan informasi perkembangan investasi di Indonesia, khususnya terkait Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK) dan sistem OSS (Online Single Submission) Berbasis Risiko yang sedang disiapkan oleh Kementerian Investasi.

Dikatakan Bahlil, dengan proses pengajuan izin investasi yang sudah terdigitalisasi dan tersentralisasi dalam sistem OSS, nantinya pengusaha dari AS dapat mengajukan izinnya tanpa perlu ke Indonesia.

Dia menjelaskan, Indonesia terus bebenah diri agar menjadi tempat yang ramah bagi investor, dan di saat bersamaan memperkuat pengusaha lokal. Melalui amanat UU CK, setiap investasi yang masuk ke suatu daerah, harus bermitra dengan pelaku UMKM di wilayah setempat.

"Kemudahan berusaha terus ditingkatkan. Kami akan kawal. Namun investor dan pengusaha di daerah harus tumbuh bersama, menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan bagi kedua pihak," tutur Bahlil.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keseriusan Pemerintah

20151229-Bahlil Lahadalia-AY
Perbesar
Ketua BPP HIPMI Bahlil Lahadalia saat memberi keterangan pers di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Konjen RI di New York Arifi Saiman menyampaikan apresiasinya kepada Menteri Investasi yang masih bersedia berkunjung ke AS di masa sulit pandemi Covid-19. Dia menilai, hal itu menunjukkan keseriusan pemerintah meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi kedua negara.

"Pak Bahlil adalah menteri pertama yang berkunjung ke KJRI New York di tahun 2021. Kami bersyukur karena ada beberapa investor potensial yang sedang menjajaki peluang investasi ke Indonesia. Adanya UU CK menjadi kekuatan Indonesia di mata investor," kata Arifi.

Di KJRI New York, Menteri Investasi juga melakukan pertemuan dengan American Indonesian Chamber of Commerce (AICC). Bahlil menjelaskan sektor investasi yang didorong di antaranya industri berorientasi ekspor, industri farmasi dan alat kesehatan, serta hilirisasi sumber daya alam.

Direktur Eksekutif American Indonesian Chamber of Commerce (AICC) Wayne Forrest mengungkapkan apresiasinya atas perbaikan-perbaikan iklim investasi yang dilakukan Indonesia. Dengan adanya pandemi ini, perusahaan AS memang tidak bisa agresif seperti pada saat situasi normal. Namun, tetap ada beberapa perusahaan yang menjajaki minatnya berinvestasi di Indonesia pada sektor energi dan kelistrikan.

"Saya sangat mengapresiasi terobosan regulasi yang dilakukan pemerintah Indonesia. Saya akan terus memberikan dorongan kepada perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi ke Indonesia," sebut Wayne.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya