Erick Thohir Minta Krakatau Steel Tambah Bantuan Oksigen Medis

Oleh Athika Rahma pada 13 Jul 2021, 21:32 WIB
Diperbarui 13 Jul 2021, 21:46 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Sentra Vaksinasi Enesis di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). Dok BUMN
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Sentra Vaksinasi Enesis di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). Dok BUMN

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir meminta PT Krakatau Steel (KS) terus meningkatkan bantuan oksigen medis yang kebutuhannya meningkat pesat di tengah pandemi COVID-19.

Dia menuturkan jika penyaluran bantuan oksigen bagi rumah sakit-rumah sakit, terutama pada daerah-daerah dengan tingkat positively rate COVID-19 tinggi.

Ini dilakukan Kementerian BUMN untuk mendukung kementerian lain dalam percepatan dan menjamin ketersediaan kebutuhan vital tersebut.

"Pekan lalu, BUMN juga memberikan bantuan ISO Tank untuk pengiriman oksigen. Sekarang, Krakatau Steel juga mensuplai pasokan, dan saya minta kontribusinya ditingkatkan," kata Erick Thohir dalam keterangannya, Selasa (13/7/2021).

Erick Thohir melakukan kunjungan kerja ke Krakatau Steel di Cilegon, Banten untuk melihat kegiatan penyaluran bantuan oksigen di Pabrik Gas Industri Krakatau Steel.

Erick Thohir menuturkan jika telah mengajak dan meminta dukungan dari BUMN lain yang berorientasi pada meningkatkan layanan yang menyangkut pemulihan kesehatan rakyat.

Baik itu vitamin, obat terapi, dan vaksin dalam menghadapi pandemi. Harapannya, sudah pasti, rakyat merasakan bantuan tersebut dan tertolong," jelas dia.

Dia menuturkan jika apa yang dilakukan Krakatau Steel membuktikan bahwa perusahaan BUMN harus melakukan service oriented.

"Hal ini telah saya tekankan kepada para Direksi BUMN. Di tengah kondisi seperti ini, perubahan harus dilakukan untuk membantu rakyat dengan aksi nyata. Terlebih kebutuhan oksigen medis sangat mendesak di daerah dengan tingkat pandemi tinggi," ujar dia.

Sejak pandemi COVID-19 merebak, Krakatau Steel telah memberikan bantuan kepada berbagai rumah sakit, fasilitas kesehatan, maupun instansi pemerintah yang tersebar di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Terhitung sejak 4 Juli lalu, Krakatau Steel telah memberikan bantuan pasokan oksigen hingga 3.854 tabung oksigen atau sebesar 33 ton oksigen.

Krakatau Steel memberikan bantuan pengisian oksigen hingga 800-1.000 tabung oksigen per hari sehingga diperkirakan akan mencapai jumlah 250 ton oksigen per bulannya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Resmikan Subholding Sarana Infrastruktur

Krakatau Steel
Perbesar
(Foto: Krakatau Steel)

Dalam peninjauan tersebut, Menteri BUMN juga meresmikan Subholding Sarana Infrastruktur yang merupakan perusahaan hasil integrasi dari beberapa anak perusahaan Krakatau Steel.

Perusahaan baru itu bergerak di layanan kawasan industri terintegrasi dengan empat area utama yang terdiri dari kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan air industri, dan pelabuhan. Anak perusahaan yang bergabung adalah PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC), PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL), PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), dan PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS).

“Saya mendukung pembentukan Subholding Sarana Infrastruktur sebagai bagian transformasi Krakatau Steel untuk meningkatkan nilai dan mengoptimalkan kinerja perusahaan. Subholding ini harus dapat memanfaatkan peluang dari derasnya arus masuk investasi ke Indonesia yang memerlukan dukungan kawasan industri dengan fasilitas terintegrasi dan berstandar internasional,” ujar Erick Thohir.

Erick Thohir melihat operasional pabrik Hot Strip Mill #2 Krakatau Steel dengan kapasitas produksi 1,5 juta ton per tahun.

Sementara itu Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, Subholding Sarana Infrastruktur memiliki pondasi yang kuat secara finansial.

Penggabungan empat perusahaan tersebut memiliki pendapatan Rp 3,4 triliun dan nilai EBITDA sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2020 dan akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kebutuhan kawasan industri di Indonesia.

“Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel ini diproyeksikan dapat menghasilkan pendapatan hingga Rp7,8 triliun di lima tahun mendatang. Sementara untuk EBITDA diproyeksikan meningkat mencapai Rp2,2 triliun di tahun 2025,” ujar Silmy.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya