Nestle Indonesia Jadi Pembeli Kopi dan Susu Perah Terbesar di Indonesia

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 13 Jul 2021, 19:01 WIB
Diperbarui 13 Jul 2021, 19:01 WIB
Cara Seru Ajak Milenial di Generasi Bisa Banget Playspace
Perbesar
Pengunjung berfoto di Weather Changes Inspiration Room bertajuk Generasi #BisaBanget Playspace di Senayan City Jakarta, Kamis (15/11/2019). Kegiatan persembahan Nestle Bear Brand mengajak milenial untuk dapat mengeksplorasi potensi dalam diri menuju arah positif.(Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - Nestle Indonesia mengaku menjadi pembeli terbesar sejumlah bahan baku produk makanan dalam negeri. Antara lain susu perah dari 26 ribu peternak senilai USD 110 juta atau Rp 1,6 triliun (kurs Rp 14.469 per USD) per tahun.

"Nestle merupakan pembeli sapi perah terbesar di Indonesia, kurang lebih 60 persen dari sapi perah yang dikeluarkan di Indonesia, terutama  dari Jawa Timur dikumpul oleh Nestle,” kata Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar dalam investor Daily Summit 2021, Selasa (13/7/2021).

Selain itu, Nestle juga menjadi pembeli kopi terbesar di Indonesia. Yakni berasal dari 20 ribu petani kopi senilai USD 80 juta atau Rp 1,2 triliun.

"Kami bangga dengan pencapaian kita di Indonesia dari segi kopi yang terkenal dengan Nescafe. Kami adalah pembeli kopi terbesar di Indonesia. Kami beli dari 20 ribu petani kopi, dnegan pembelian tahun lalau sekitar USD 80 juta," beber dia.

Contoh tersebut, lanjut Ganesan, merupakan bagian dari komitmen Nestle Indonesia untuk mematikan industri makanan, khususnya dari sisi bahan baku dapat bersaing.

Untuk menjaga kualitas dari bahan baku yang akan dipakai, Nestle juga melakukan pelatihan kepada petani maupun pemerah penghasil bahan baku untuk Nestle. "Komitmen ini amat besar karena kami berikan latihan untuk pastikan kualitas bahan baku tambah baik tiap tahun,” ujar dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Komitmen Nestle Jadi Investor Jangka Panjang di Indonesia

PT Nestle Indonesia akan membangun Pabrik Nestle Bandaraya di Batang Jawa Tengah
Perbesar
PT Nestle Indonesia akan membangun Pabrik Nestle Bandaraya di Batang Jawa Tengah (dok: Tira)

Sebelumnya, Nestle Indonesia telah memulai pembangunan pabrik baru Bandaraya di Batang, Jawa Tengah. Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar menuturkan, investasi ini bernilai USD 220 juta atau sekitar Rp 3,18 triliun (kurs Rp 14.469 per USD).

"Investasi yang terbaru dan terbesar ini menunjukkan komitmen Nestle dalam menjadi long term partner investor di Indonesia yaitu pembangunan pabrik yang keempat di Jawa tengah,” kata dia dalam investor Daily Summit 2021, Selasa (13/7/2021).

Pabrik baru yang akan dibangun di atas tanah seluas 20 hektar akan memproduksi produk susu cair Bear Brand dan minuman siap konsumsi Milo dan Nescafe untuk memenuhi permintaan yang meningkat untuk produk-produk bergizi dari para konsumen.

Pabrik baru ini akan menciptakan sekitar 200 kesempatan kerja baru serta membuka kesempatan usaha baru di bidang pengembangan peternakan sapi perah bagi komunitas.

"Meskipun kita alami tantangan covid-19 Nestle confidence di Indonesia. Dan ini pabrik baru telah groundbreaking di Bandaraya, dekat Semarang. Sekali lagi, teknologi yang digunakan adalah yang terbaru dan ini membantu melatih karyawan kita gunakan teknologi terbaru,” ujar Ganesan.

Nestle telah memiliki tiga pabrik yang tersebar di Pulau Jawa. Yakni Pabrik di Karawang - Jawa Barat dengan produk Ready-to-Drink (RTD), pabrik di Panjang - Lampung untuk produk Maggi, dan Lini Bear Brand di pabrik Kejayan - Pasuruan, Jawa Timur. Pada 2019, Nestle menambahkan investasi pada ketiga pabrik tersebut untuk peningkatan kapasitas produksi senilai USD 100 juta.

"Ketiga pabrik ini kami telah lakukan penambahan kapasitas. Dan investasi ini juga melibatkan penggunaan teknologi terbaru,” kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya