Siapa Minat, Industri Smelter di Bantaeng Butuh 1.500 Tenaga Kerja hingga 2022

Oleh Liputan6.com pada 08 Jul 2021, 12:20 WIB
Diperbarui 08 Jul 2021, 12:20 WIB
Implementasi TKDN akan memperkuat struktur manufaktur sehingga bisa mendongkrak daya saing industri sekaligus perekonomian nasional. (Dok Kemenperin)
Perbesar
Implementasi TKDN akan memperkuat struktur manufaktur sehingga bisa mendongkrak daya saing industri sekaligus perekonomian nasional. (Dok Kemenperin)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian menggandeng PT Huadi Nickel Alloy yang berlokasi di Bantaeng meluncurkan Program Setara Diploma Satu untuk sebanyak total 72 mahasiswa.

BPSDMI melalui unit pendidikan tinggi vokasi industrinya di Bantaeng menyeleggarakan program setara diploma satu ini untuk tiga prodi yaitu: Program Studi Mekanik, Program Studi Alat Berat, serta Program Studi Kewirausahaan Smart untuk masing-masing prodi berjumlah 24 mahasiswa.

Kepala BPSDMI, Arus Gunawan menyampaikan dalam sambutannya bahwa Keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri dimana sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“BPSDMI telah menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi mulai dari jenjang Diploma termasuk Pendidikan Setara D1 hingga Magister Terapan untuk mendukung industri dalam penyediaan tenaga kerja yang kompeten," kata Arus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Program kerjasama antara Akademi Komunitas Manufaktur Bantaend dan PT. Huadi Nickel Alloy ini dilaksanakan sebagai wujud penyelarasan dan kerjasama antara institusi pendidikan dengan dunia industri dalam mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di Sulawesi Selatan khususnya di kabupaten Bantaeng dalam memenuhi kebutuhan SDM bidang alat berat dan mekanik.

Sementara itu, Manager HRD PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, A.Adrianti Latippa juga menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di PT Huadi Nickel Alloy Indonesia cukup besar.

“Hingga tahun 2022, kebutuhan tenaga kerja mencapai 1.500 orang,” katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kebutuhan SDM Industri

Penggunaan robot di industri manufaktur
Perbesar
Penggunaan robot di industri manufaktur (dok: Universal Robot)

Pembukaan program ini merupakan gerak cepat BPSDMI dalam menanggapi kebutuhan SDM Industri di daerah. Bupati Bantaeng, Ilham Azikin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian melalui BPSDMI dalam upaya penyediaan tenaga kerja yang terampil di wilayahnya.

“Kehadiran Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng telah memberikan ruang bagi pemerintah daerah Kabupaten Bantaeng untuk berkontribusi menyiapkan SDM unggul serta penciptaan wirausaha yang smart” tutur Ilham terus mengarpresiasi Kementerian Perindustrian untuk komitmennya terus mendorong pemenuhan kebutuhan tenaga kerja industri kompeten dan siap kerja.

Ke depan, akan terus didorong program-program pengembangan SDM Industri di bidang lain antara AK Manufaktur Bantaeng yang dipimpin oleh Zaenal Abidin dengan lebih banyak industri di wilayah Bantaeng pada khususnya dan Sulawesi pada umunnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya