Erick Thohir Pastikan Pasokan Listrik Aman Selama PPKM Darurat

Oleh Tira Santia pada 07 Jul 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 07 Jul 2021, 08:30 WIB
Menteri BUMN melakukan inspeksi mendadak ke PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B), yang berkedudukan di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/7).
Perbesar
Menteri BUMN melakukan inspeksi mendadak ke PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B), yang berkedudukan di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/7).

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN, Erick Thohir memastikan pasokan listrik untuk Pulau Jawa dan Bali aman selama PPKM Darurat berlangsung.

Hal itu diungkapkan saat Menteri BUMN melakukan inspeksi mendadak ke PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B), yang berkedudukan di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/7).

Dalam inspeksi tersebut, Menteri Erick Thohir ingin memastikan ketersedian suplai listrik ke masyarakat yang selama PPKM Darurat akan lebih banyak berada di rumah, serta untuk kebutuhan vital lainnya bagi semua sektor pelayanan kesehatan, mulai dari wisma atlet, rumah sakit, hingga puskesmas yang berada di Pulau Jawa dan Bali.

"Dalam kondisi seperti ini, kami ingin memastikan hal-hal yang terkait kebutuhan dan hajat hidup masyarakat terjamin pelayanannya. Jangan sampai, di saat masyarakat harus berdiam dan bekerja dari rumah, pabrik oksigen, atau rumah sakit serta pusat-pusat layanan kesehatan yang tengah merawat para pasien COVID-19, mengalami gangguan pasokan listrik yang kritikal dan sangat dibutuhkan," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir, Rabu (7/7/2021).

PLN UIP2B merupakan salah satu unit PLN yang bertugas mempertahankan keandalan listrik, serta juga menjadi unit pengelola daya terbesar dengan menggunakan fasilitas modern di Indonesia.

Di saat puncak kebutuhan masyarakat, seperti lebaran atau tahun baru, PLN UIP2B mampu mengelola total konsumsi energi listrik hingga 139.179.000 Mega Watt Hour. Total pembangkitan yang dikelolanya mencapai 34.997 Mega Watt dan Beban Tertinggi Sistem mencapai 27.563 Mega Watt.

"Serupa ketika kemarin, saya mengecek ketersediaan obat terapi Covid di beberapa apotek Kimia Farma di ibu kota, saat ini saya ingin mendapat kepastian soal pasokan listrik. Inilah salah satu tanggung jawab BUMN untuk memastikan kebutuhan utama masyarakat terpenuhi. Selain itu, dengan sidak ini saya ingin melihat bagaimana penjaga gardu PLN bekerja tanpa henti demi menjamin suplai listrik bagi rakyat, namun tetap menjalankan prokes yang ketat," ungkap Menteri Erick Thohir.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

BUMN Gerak Cepat Jamin Ketersediaan Oksigen

Kelangkaan Tabung Oksigen akibat Lonjakan Kasus COVID-19
Perbesar
Pedagang membawa tabung oksigen ukuran 1 kubik yang sudah dipesan pembeli di Pasar Pramuka, Jakarta, Kamis (24/6/2021). Kelangkaan tabung oksigen akibat meningkatnya permintaan seiring lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

 Menteri BUMN Erick Thohir turun langsung dalam memastikan kontribusi BUMN dalam memenuhi kebutuhan oksigen dan obat-oabatan. Selain memastikan distribusi dan harga obat yang memadai lewat BUMN sektor farmasi, BUMN juga ikut memastikan ketersediaan tabung oksigen untuk sejumlah rumah sakit.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, BUMN strategis seperti Pertamina Group termasuk di dalamnya adalah PGN, Krakatau Steel dan Pupuk Indonesia Group yang di dalamnya ada Petrokimia dan juga PUSRI. Tak kalah penting, Pelindo ikut aktif dalam infratruktur logistiknya.

Pertamina Group selain mengalokasikan infratrukturnya untuk memperlancar alokasi dan distribusi oksigen ke lokasi-lokasi yang membutuhkan melalui PGN juga memberikan bantuan dan oksigen, Pupuk Indonesia Group sudah mengirimkan total 96.73 ton oksigen ke Rumah Sakit yang ada di Jakarta, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Selain itu, Krakatau Steel yang memiliki alokasi oksigen yang cukup besar yang selama ini digunakan sebagai bagian proses produksi baja. Kini kapasitas oksigen milik Krakatau Steel pun segera dialihkan untuk membantu ketersediaan oksigen di rumah sakit.

"BUMN bergerak cepat di segala lini. Ini terutama untuk membantu ketersediaan oksigen. Beberapa perusahaan BUMN suda menyalurkan oksigen ke sejumlah wilayah yang membutuhkan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir lewat keterangan tertulis Selasa (6/7/2021).

Menurut Erick, dengan fasilitas yang dimiliki mulai dari rola material hingga jaringan distribusi, dia menegaskan bahwa fokus BUMN adalah untuk membantu penanganan pandemi. Dia optimistis langkah cepat yang dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN akan cepat dalam merespons kebutuhan di lapangan.

"Saat ini fokus adalah menjamin ketersediaan oksigen yang memadai bagi seluruh rumah sakit dan tempat perawatan. Distribusi secara masif terus dilakukan dan in sya Allah ini akan menjamin ketahanan persediaan oksigen di rumah sakit," ujar Erick.

Erick pun mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh segenap pihak di BUMN yang berkolaborasi secara aktif dalam membantu penanganan Covid-19. Dia pun meminta agar pelayanan tersebut terus ditingkatkan demi misi untuk membantu Indonesia untuk bangkit dari pandemi.

"Mulai dari kru di lapangan, pabrik, maupun yang terlibat dalam mendistribusikannya hingga jajaran direksi, saya memberi apresiasi yang tinggi. Tugas belum usai dan terus, kami dari BUMN akan meningkatkan pelayanan pada kebutuhan masyarakat terkait penanganan pandemi maupun kebutuhan sehari-hari," ujar Erick.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya