Pak Jokowi, Panen Melimpah, Tak Perlu Impor Beras

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 07 Jul 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 07 Jul 2021, 09:30 WIB
Ratusan Ribu Ton Beras Tak Terpakai di Gudang Bulog
Perbesar
Pekerja saat mengangkut karung berisi beras yang belum terpakai di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Kamis (18/3/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menegaskan tahun ini Indonesia tidak akan mengimpor beras. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Perum Bulog saat ini terus melakukan penyerapan beras hasil panen petani dalam negeri sebagai upaya mempertahankan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sekaligus mencermati munculnya isu penurunan harga beras di sejumlah daerah.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan, stok cadangan beras pemerintah masih terus terjaga sebanyak 1,4 juta ton. Itu masih berada di batas aman sesuai penugasan pemerintah, antara 1-1,5 juta ton beras.

Pria yang akrab disapa Buwas ini mengatakan, jumlah tersebut akan semakin bertambah. Mengingat masih ada sisa hasil panen sebelumnya di beberapa daerah, disusul dengan panen gadu beberapa bulan ke depan.

"Ini berarti pemerintah tidak perlu terburu-buru melakukan impor beras, karena cadangan beras dari hasil panen dalam negeri yang melimpah," kata Buwas dalam keterangan tertulis, Rabu (7/7/2021).

Kendati demikian, dia juga mengakui, di tengah upaya penyerapan tersebut muncul isu tentang penurunan harga gabah dan beras sebagai akibat melimpahnya pasokan dari hasil panen sebelumnya yang masih terus berlangsung.

"Memang saya mendapatkan laporan tentang penurunan harga gabah dan beras yang katanya akibat impor beras. Sebetulnya tidak demikian, tetapi lebih karena melimpahnya hasil panen dan akan semakin bertambah karena akan berlanjut dengan panen gadu nanti. Jadi bukan karena impor dan Insya Allah pemerintah tahun ini tidak perlu impor beras," tutur Dirut Bulog itu.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penyerapan Beras Petani

Stok Beras Nasional di Tengah Pandemi
Perbesar
Aktivitas petani saat menggiling padi usai dipanen di persawahan kawasan Rorotan, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 1,4 juta ton beras. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Lebih jauh, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini memastikan penyerapan beras petani di tengah isu penurunan harga gabah dan beras akan tetap dilaksanakan Bulog sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sehingga diharapkan harga gabah dan beras di tingkat petani tetap terjaga.

Hingga 5 Juli 2021, Bulog mengklaim sudah menyerap sebanyak 750 ribu beras petani dalam negeri. Stok tersebut bakal masuk ke 1.647 unit gudang berkapasitas 4 juta ton yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Selanjutnya, selama masa PPKM Darurat ini, Bulog juga memastikan mampu menghadapi kebutuhan lonjakan beras yang tak terduga. Sekaligus meminta seluruh jajaran Bulog mewaspadai lonjakan tersebut sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait akan kebutuhan beras," ujar Buwas.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya