BSI Incar 1 Juta Nasabah Melalui Pembukaan Rekening Online

Oleh Dian Tami Kosasih pada 06 Jul 2021, 20:02 WIB
Diperbarui 06 Jul 2021, 20:02 WIB
FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Nasabah menunggu di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Dirut BSI Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi tiga bank syariah BUMN yakni Bank BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri telah dilaksanakan sejak Maret 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)/BRIS resmi meluncurkan inovasi digital terbaru untuk memberikan kemudahan kepada nasabah. Tak harus menyambangi cabang bank terdekat, nasabah yang ingin memiliki rekening BSI bisa melakukannya secara online (digital onboarding).

Melalui fitur ‘Know Your Customer-Biometric’ di aplikasi BSI Mobile, calon nasabah dapat membuka rekening tabungan dengan durasi kurang dari lima menit.

Dalam keterangannya, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi menyebut, terobosan ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan lebih kepada para calon nasabah BSI. Melalui kehadiran inovasi digital tersebut, BSI menargetkan pembukaan rekening online mencapai satu juta nasabah.

"Sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, BSI terus melakukan terobosan melalui berbagai inovasi digital, sebagai bagian dari langkah transformasi digital yang sudah dicanangkan sejak bank ini diresmikan pada 1 Februari 2021," ujar Hery, Selasa (6/7/2021).  

BSI bertekad untuk terus berinovasi dalam menghadirkan fitur-fitur baru lainnya di aplikasi BSI Mobile, seperti fitur Paylater dan Mitraguna Online. Harapannya, layanan BSI Mobile menjadi lebih lengkap dan mendukung berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat di era digitalisasi.

Melalui BSI Mobile, nasabah bisa menabung emas, gadai emas, membayar ZISWAF dan membeli hewan kurban. Bahkan, pengguna BSI Mobile dapat mengecek waktu salat dan lokasi masjid terdekat. Melalui berbagai produk dan layanannya, BSI Mobile berupaya mendampingi nasabah sebagai sahabat finansial, sosial dan spiritual untuk memberikan manfaat yang seluas-luasnya.

"Fokus kami adalah memberikan kenyamanan, kemudahan dan meningkatkan customer experience bagi nasabah melalui kanal-kanal digital yang kami hadirkan,” tuturnya.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Skema Migrasi Rekening

FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Aktivitas pekerja di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi beroperasi dengan nama baru mulai 1 Februari 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlangsung mulai 3 hingga 20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

Melihat hal ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan tetap memberikan kenyamanan dan keamanan bagi nasabah yang ingin melakukan proses migrasi.BSI pun mengubah skema migrasi dengan pemberlakukan sistem digital dan otomatis dari rekening bank syariah legacy (BRI syariah dan BNI Syariah) ke rekening BSI.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam konferensi pers mengenai Roll-out Integrasi Sistem Layanan dan Migrasi Rekening wilayah Regional Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banjarmasin.

"Perbaikan skema migrasi rekening terus kami lakukan dari sisi IT, jaringan dan layanan sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BSI untuk melakukan proses migrasi rekening, di mana kartu ATM ex-BRIS dan ex-BNIS masih bisa digunakan," ujar dia, Selasa, 6 Juli 2021.

Terkait mobile banking, nasabah ex-BRIS dan ex- BNIS diimbau untuk segera memindahkan mobile banking ke BSI Mobile untuk dapat melakukan transaksi. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI secara bertahap melakukan proses migrasi, dimulai dari wilayah Sulawesi.

Selanjutnya akan mencakup wilayah Jawa Tengah, Aceh, serta Sumatera lainnya seperti Palembang, Medan dan Padang.Sepanjang Juli, BSI akan melakukan migrasi sistem pada empat wilayah regional yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banjarmasin dengan target 100 persen nasabah akan terintegrasi dengan sistem layanan yang baru.

Secara berurutan, migrasi sistem akan dilaksanakan di Jakarta dan Bandung pada tanggal 5 Juli serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin pada 12 Juli, termasuk nasabah payroll dan priority.Hingga Juni 2021, BSI mencatat proses integrasi layanan dan migrasi rekening sudah mencapai 45 persen dari target migrasi rekening seluruh wilayah.

Adapun total dana pihak ketiga (DPK) yang akan dimigrasikan pada Juli mencapai Rp 64,3 triliun dengan total nasabah mencapai lebih dari 3 juta orang.

"Kami menyadari bahwa peran Bank Syariah Indonesia tentu tak lepas dari dukungan seluruh stakeholders sehingga proses integrasi layanan dan migrasi rekening dapat berjalan baik, aman, nyaman dan tepat waktu. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mudah-mudahan pada 1 November 2021 semua sistem sudah terintegrasi dengan baik,” ujar Hery.

Dalam proses integrasi layanan, BSI menghadirkan skema aktivasi mobile banking lebih mudah, sehingga nasabah tidak perlu datang ke Kantor Cabang dan bisa langsung bertransaksi dari rumah melalui BSI Mobile.

BSI juga memberikan promo cashback senilai Rp20.000 bagi nasabah migrasi yang telah melakukan aktivasi dan transaksi di BSI Mobile berupa top up e-wallet atau pembelian token PLN dengan minimum transaksi Rp50.000.

Promo ini bisa dinikmati oleh Nasabah Jakarta dan Bandung mulai 5 hingga 14 Juli 2021serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin mulai 12 hingga 21 Juli 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya