Kenali Tanda Karyawan Ingin Berhenti Kerja, Ini Cara Mempertahankannya

Oleh Helena Yupita pada 06 Jul 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2021, 07:00 WIB
2 Alasan Utama Kenapa Karyawan Ingin Berhenti Bekerja
Perbesar
Ilustrari karyawan berhenti kerja.

Liputan6.com, Jakarta Banyak survei menunjukkan, saat ini banyak karyawan berpikir untuk berhenti kerja. Apakah akan terjadi pengunduran diri masal atau tidak, namun pergantian ini akan menjadi perhatian bagi para pengusaha.

Manajer dan pemimpin cerdas harus selalu waspada ketika karyawan yang berharga mempertimbangkan untuk berhenti kerja.

Untuk mengetahui mereka-mereka yang ingin mengundurkan diri biasanya menunjukkan beberapa tanda.

Melansir dari laman CNN Business, Selasa (6/7/2021), berikut beberapa tanda yang muncul pada karyawan yang hendak meninggalkan pekerjaannya dan cara untuk mempertahankannya.

1. Berperilaku berbeda dari biasanya

Ketika orang bekerja dengan Anda, selalu pelajari kebiasaan mereka, preferensi mereka dan etos kerjanya. Saat salah satu dari itu berubah, maka itu akan menjadi tanda.

Jika seseorang dulu merupakan pekerja yang sangat giat tetapi sekarang hanya melakukan pekerjaan minimum dan kadang-kadang melewatkan tenggat waktu, itu pertanda besar bahwa ada sesuatu yang salah.

Juga, apakah mereka mengambil lebih banyak hari libur dari biasanya? Datang lebih lambat atau pergi lebih awal?

Apakah mereka lebih sedikit berbicara dalam rapat atau menawarkan lebih sedikit pendapat tentang strategi atau rencana tim baru? Apakah mereka cenderung menjadi sukarelawan untuk proyek baru atau apakah mereka menunjukkan antusiasme yang lebih rendah terhadap merek perusahaan?

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Lebih lantang menyuarakan ketidakpuasan

Kalau Ini Terjadi, Keluar Dari Pekerjaanmu Sekarang Juga! [1]
Perbesar
Kamu harus berani undur diri dari pekerjaanmu kalau selalu diperlakukan seperti ini!

Terkadang mereka yang hendak mencari pekerjaan di tempat lain akan lebih sering mengungkapkan ketidakpuasan dengan pekerjaan mereka saat ini dan bercerita kepada rekan kerja, manajer, atau siapapun tentang ketidakcocokan budaya di tempat kerja.

3. Menyenangkan para pemimpin perusahaan tidak terlalu penting bagi mereka

Ketika seseorang dulu melakukan apa pun untuk memuaskan atasan atau pemimpin yang lebih senior tetapi sekarang kurang peduli untuk melakukannya, mereka mungkin mengincar padang rumput yang lebih hijau di tempat lain.

4. Mereka kurang tersedia untuk rekan kerja

Menjadi pemain tim sering kali berarti bersedia meluangkan waktu serius untuk rekan tim selama dan setelah bekerja. Apakah mereka tiba-tiba tampak kurang bersosialisasi atau kurang terlibat dengan kegiatan kelompok, itu bisa menjadi tanda.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cara Bagi Atasan untuk Mencegah dan Mempertahankannya

Ilustrasi pekerjaan
Perbesar
Berhenti dari pekerjaan tak selamanya akhir dari perjalanan karier. Justru bisa jadi, kamu bisa lebih sukses dari sebelumnya. (Foto: Unsplash)

Gaji sangat penting bagi semua orang, tetapi seringkali itu bukan satu-satunya alasan utama seseorang ingin pergi. Pengecualian besar adalah jika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan gaji mereka saat ini.

Jika seseorang memiliki sejumlah alasan ingin berhenti misalnya, menginginkan lebih banyak fleksibilitas, promosi, dan kenaikan gaji.

Sebagai pemimpin Anda harus bersikap transparan tentang siapa yang diajak bicara untuk melihat apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk mereka.

Tunjukkan apa yang dapat ditawarkan untuk karyawan Anda itu. Ini adalah upaya untuk menjaga mereka dan mungkin menunda mereka untuk pergi setidaknya selama beberapa bulan jika mereka melihat komitmen Anda.

Sangat sering orang akan meninggalkan pekerjaan jika mereka merasa diterima begitu saja dan kekhawatirannya tidak didengar.

Misalnya yang dapat mencakup beban kerja yang tidak terkendali. Pengusaha harus mengatakan, 'Apa yang bisa saya tawarkan untuk membantu Anda?'

Para manajer juga disarankan untuk mengadakan pertemuan tatap muka rutin mingguan dengan laporan langsung kapan pun memungkinkan untuk tetap mengikuti masalah karyawan dan untuk mempelajari tentang hambatan apa yang menghalangi mereka dalam melakukan pekerjaan, sebelum mereka menjadi alasan untuk pergi.

Perusahaan juga perlu mengumpulkan dan menganalisis data tentang siapa yang berhenti dan alasannya. Ini berguna untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik dalam meminimalkan omset.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya