Harga Emas Antam Dilego Turun Rp 1.000 per gram pada 5 Juli 2021

Oleh Tira Santia pada 05 Jul 2021, 08:24 WIB
Diperbarui 05 Jul 2021, 08:24 WIB
FOTO: Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp 937.000 per Gram
Perbesar
Petugas menunjukkan koleksi lempengan emas di Pegadaian, Jakarta, Selasa (18/5/2021). Harga emas Antam berubah mengikuti pasar. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Harga emas Antam atau PT Aneka Tambang Tbk (Antam) susut di awal pekan ini, bila dibandingkan pada minggu lalu.

Harga emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 942 ribu per gram, mengacu pada laman logammulia.com, Senin (5/7/2021).

Demikian pula harga buyback emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 836 ribu per gram. Itu artinya, saat menjual emas kembali ke Antam maka harga ini yang akan dipakai.

Antam saat ini menjual emas berukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Kemudian tersedia pula emas dalam bentuk lain, seperti koin dinar, dirham maupun emas koleksi lainnya.

Hari ini harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.760.000, dan ukuran 20 gram dijual Rp 18.880.000.

Hingga pukul 07.42 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia. Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Namun jika bisa menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Berikut daftar harga emas Antam hari ini:

* Pecahan 0,5 gram Rp 521.500

* Pecahan 1 gram Rp 942.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.824.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.711.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.485.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.915.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.162.000

* Pecahan 50 gram Rp 44.245.000

* Pecahan 100 gram Rp 88.412.000

* Pecahan 250 gram Rp 220.765.000

* Pecahan 500 gram Rp 441.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 882.600.000.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Harga Emas Berpotensi Tembus USD 1.800 Pekan Ini, Berikut Analisanya

Ilustrasi Harga Emas (4)
Perbesar
Ilustrasi Harga Emas

Harga emas berpeluang reli signifikan di atas level USD 1.800 per ounce pada pekan ini, setelah rilis hasil rapat kebijakan moneter Juni Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. Salah satu peristiwa besar yang harus diperhatikan pada pekan ini adalah hasil rapat kebijakan moneter The Fed.

Pertemuan yang berlangsung pada pertengahan Juni itu disebut memicu aksi jual emas yang signifikan.

Pelaku pasar akan memantau dengan cermat apakah komentar hawkish yang dibuat oleh beberapa anggota The Fed selama beberapa pekan terakhir sesuai dengan catatan dari hasil rapat.

"Hasil rapat FOMC (Federal Open Market Committee) menarik jika bertentangan dengan apa yang kita dengar dari The Fed sejauh ini, khususnya dar beberapa anggotanya yang lebih hawkish," kata pakar logam mulia Gainesville Coins, Everett Millman, dikutip dari Kitco pada Senin (5/7/2021).

Harga emas mengakhiri pekan lalu dengan catatan kuat. Hal ini karena harga emas sekali lagi mencoba menembus level USD 1.800 per ounce menyusul laporan ketenagakerjaan AS yang beragam.

Kepala Strategi Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada dorongan kuat bagi The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter.

"Kita mendapatkan 850 ribu pekerjaan baru yang ditambahkan ke ekonomi pada Juni, tapi tingkat pengangguran naik menjadi 5,9 persen. Tingkat partisipasi juga masih rendah, yang artinya tidak ada dorongan khusus bagi Fed mengetatkan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Dan itu bagus untuk emas," kata Melek.

Selain itu, katanya, pertumbuhan upah AS juga melambat dan itu menyiratkan bahwa inflasi kemungkinan bersifat sementara. Sehingga tidak ada alasan besar bagi The Fed untuk mulai menaikkan suku bunga.

Kendati demikian, menurut Melek, masih belum jelas apakah ada momentum yang cukup untuk mendorong harga emas jauh lebih tinggi pada pekan depan. Namun, Melek memperkirakan harganya bisa kembali ke level USD 1.900 per ounce dalam enam bulan ke depan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya