17 Subsektor Usaha Menjanjikan Bisa Digarap Pekerja Migran, Apa Saja?

Oleh Andina Librianty pada 05 Jul 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 05 Jul 2021, 12:00 WIB
Pekerja Migran
Perbesar
Kelompok perempuan mantan pekerja migran di Wonosobo binaan Migrant CARE. (dok. Instagram @migrantcare/https://www.instagram.com/p/BobaXRTFYa4/)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk tidak takut membuka peluang usaha.

Ia pun mendorong mereka untuk bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja, terlebih pandemi saat ini banyak membuka peluang usaha baru melalui digitalisasi.

Peluang tersebut dapat diciptakan baik bagi mereka yang masih menjadi pekerja migran di luar negeri ataupun PMI purna yang telah kembali ke Tanah Air.

Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan nantinya bisa berkarya di daerahnya sendiri, serta tidak kembali bekerja keluar negeri.

"Saya harapkan pekerja migran Indonesia yang ingin mulai usaha untuk tetap semangat, mari kita bangkit, bangun usaha agar kita menjadi pengusaha yang memberikan manfaat bagi orang lain," kata Sandiaga dikutip dari keteranganya pada Senin (5/7/2021).

Sandiaga juga berbagi kiat untuk memulai usaha, yakni dapat dimulai dari hal-hal yang memang disukai. Jika hobi makan, bisa mencoba bisnis kuliner. Suka menjahit, dapat menjajaki peluang usaha di bidang fesyen.

Dikatakan Menparekraf, terdapat 17 subsektor dalam ekonomi kreatif yang dapat dijajaki para pekerja migran Indonesia.

"Di awal mungkin akan sulit, tapi percayalah kegagalan adalah anak tangga menuju sukses. Kuncinya adalah percaya diri dan memiliki etos kerja yang baik. Yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas. Seorang pengusaha yang sukses adalah mereka yang bekerja keras," kata Sandiaga.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

17 Subsektor

Buah Kesuksesan Urban Farming Hingga Ekonomi Kerakyatan Warga Sumsel
Perbesar
UMKM mitra binaan Pertamina, Rimanci Handbag di Musi Rawas (Mura) Sumsel menyerap para perempuan di sekitarnya untuk meningkatkan pendapatan kebutuhan sehari-hari (Liputan6.com / Nefri Inge)

Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, sektor fesyen, kriya, dan kuliner menjadi tiga teratas. Sektor fesyen misalnya, menyumbangkan Rp 200,20 triliun atau 17,64 persen terhadap PDB nasional pada 2020.

Sementara kriya menyumbangkan Rp166,13 triliun atau sekitar 14,64 persen atas keseluruhan PDB nasional pada 2020. Sedangkan kuliner menyumbang Rp 455,44 triliun atau sebesar 40,13 persen atas keseluruhan PDB nasional pada tahun lalu.

"Pariwisata bisa kita kembangkan, tapi yang ingin saya dorong tidak hanya pariwisata. Adalah 17 subsektor ekonomi kreatif yang terbuka peluangnya di pandemi ini. Di fesyen misalnya, kita harus mengapresiasi fesyen lokal," kata Sandiaga.

Kemenparekraf bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman dalam rangka Pengembangan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya. Kemenparekraf akan memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para PMI Purna dalam memproduksi produk-produk ekonomi kreatif.

"Selain pemanfaatan teknologi dalam digitalisasi, networking, dan kolaborasi juga harus dapat ditingkatkan para PMI dalam membuka usaha. Mari kita tangkap timing yang tepat untuk memulai usaha," ungkap Sandiaga.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya