Kronologi Enny Sri Hartati Meninggal Dunia, Sempat Kesulitan Cari Oksigen

Oleh Andina Librianty pada 01 Jul 2021, 20:53 WIB
Diperbarui 01 Jul 2021, 21:01 WIB
Mempertanyakan Anggaran Penyelenggaraan IMF-World Bank 2018
Perbesar
Anggota Komisi XI F-PDIP Hendrawan Supratikno (tengah) bersama Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono (kanan) dan Pengamat Ekonomi INDEF Enny Sri Hartati (kiri) saat diskusi Dialektika Demokrasi di Jakarta, Kamis (11/10). (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta Kabar duka datang dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Ekonom senior mereka Enny Sri Hartati meninggal dunia.

Ekonom senior INDEF Aviliani menceritakan kronologi Enny Sri Hartati sebelum meninggal dunia. Awalnya, Enny dinyatakan positif Covid-19. Meski begitu, karena hanya gejala ringan, Enny memutuskan untuk rawat jalan di kediamannya.

Kondisinya ternyata drop pada dua hari lalu. Hal itu lantaran oksigen dalam darah Enny hanya di angka 70. Sulitnya mencari Rumah Sakit (RS) menjadi kendala awal. Akhirnya Enny bisa dilarikan ke ICU RS Pondok Kopi.

Begitu sampai di RS, kendala kedua terjadi. Enny terlambat mendapatkan oksigen.

"Bu Enny baru mendapat oksigen setelah beberapa jam. Setelah itu saturasinya kembali normal di 90," cerita Aviliani kepada Liputan6.com, Kamis (1/7/2021).

Saat normal, Aviliani menceritakan, Enny sempat meminta doa kepada rekan-rekan INDEF ketika tengah mengadakan pengajian.

"Jadi semalam itu masih kirim WA, minta didoakan. Tapi ko ternyata drop lagi, sampai akhirnya meninggal," ujarnya.

Enny sendiri dinyatakan meninggal di RS pada pukul 19.55 WIB. Rencananya, ekonom INDEF ini akan dimakamkan di kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Enny Sri Hartati, Ekonom Senior INDEF Meninggal Dunia

Enny Sri Hartati
Perbesar
Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati (kiri) menyampaikan pendapatnya saat diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6). (Liputan6/JohanTallo)

 Kabar duka datang dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Ekonom senior mereka Enny Sri Hartati meninggal dunia.

"Benar, Bu Enny meninggal dunia di RS Pondok Kopi kena Covid-19," kata Ekonom Senior Indef Aviliani ketika dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (1/7/2021).

Aviliani menceritakan, Enny sebenarnya baru 2 hari di RS, setelah sebelumnya hanya menjalani perawatan di kediamannya. "Tapi ternyata oksigen dalam darahnya drop, lalu dilarikan ke RS, nah begitu sampai RS nyari oksigen susah banget, baru dapet setelah beberapa jam," ceritanya.

"Semalam sudah normal lagi oksigennya di 90an, sempat minta didoakan di acara pengajian INDEF," terang Aviliani.

Enny meninggal tepat pada pukul 19.55 WIB. Rencananya, jenazah Enny akan dimakamkan di kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya