Hai Orang Tua, Jangan Lupa Siapkan 3 Anggaran buat Calon Buah Hati

Oleh Liputan6.com pada 08 Jul 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 08 Jul 2021, 06:00 WIB
Ilustrasi ibu hamil
Perbesar
Ilustrasi ibu hamil (dok.unsplash/ Suhyeon Choi)

Liputan6.com, Jakarta Menjadi orang tua memiliki tanggung jawab yang besar. Bukan membimbing atau mengajarkan anak saja, tetapi juga harus mampu memenuhi segala kebutuhan sang anak. Tentu kebutuhan sejak dalam kandungan hingga sang anak tumbuh dewasa. Semua itu butuh anggaran tersendiri.

Sebagai orang tua yang nantinya memiliki seorang anak, akan lebih baik jika mempersiapkan segala anggarannya sebelum masuk masa kehamilan. Tapi bukan berarti mempersiapkan ketika sudah masuk waktu masa hamil itu terlambat.

Hal itu tidak masalah asalkan persiapan tersebut tidak terlalu mendekati masa-masa akan melahirkan. Karena ketika hamil, kemungkinan akan melakukan kontrol ke dokter kandungan dan itu tentu menggunakan uang.

Berbicara mengenai anggaran untuk melahirkan, Monica Sipes yang merupakan penasihat kekayaan senior di Exencial Wealth Advisors menyarankan setidaknya ada 3 poin utama yang perlu dianggarkan oleh orang tua untuk keperluan calon sang buah hati yang akan lahir nantinya. Dikutip dari CNBC, Rabu (30/06/2021), ketiga poin anggaran yang harus disiapkan, sebagai berikut:

 1. Biaya Kelahiran

“Anggaran untuk ini biasanya akan membuat orang tua baru merasa kaget. Meski merasa senang atas kelahiran anaknya, tetapi mereka mungkin merasa terbebani karena memikirkan biayanya sekitar X padahal sebenarnya dua kali lipat dari X tersebut,” kata Sipes.

Seperti yang sudah diketahui banyak orang bahwa melahirkan di rumah sakit memang identik dengan biayanya yang cukup mahal. Berbeda dengan proses persalinan di bidan yang mungkin harganya cukup terjangkau.

Oleh karena itu, persiapkanlah anggaran untuk biaya melahirkan ini karena jika sewaktu-waktu proses persalinan harus dilakukan di rumah sakit, Anda sudah tidak kaget lagi.

“Pastikan Anda siap secara finansial untuk ini,” tegas Sipes.

 

 

 

Saksikan Video Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Biaya Penitipan Anak

Ilustrasi bayi, laki-laki, Jepang
Perbesar
Ilustrasi bayi, laki-laki, Jepang. (Photo by Taksh on Unsplash)

“Ini mungkin menjadi biaya baru yang akan dikeluarkan oleh orang tua,” kata Sipes. Biaya ini akan dikeluarkan ketika kedua orang tua sama-sama akan bekerja. Disaat orang tua bekerja, anak tersebut dititipkan kepada pengasuh. Orang tua akan membayar pengasuh tersebut setiap bulannya.

Sipes menyarankan kepada para orang tua bahwa hal ini pun harus dipersiapkan sejak awal. Jika setelah melahirkan sang anak akan dititipkan kepada pengasuh, mulailah untuk mencari tahu hal-hal seperti siapa yang sanggup mengasuh. Selain itu, bisa dipikirkan pula anggaran yang akan dikeluarkan nantinya, seperti untuk makan sehari-hari anak, biaya penitipan, dan sebagainya. Buatlah anggaran yang realistis.

“Sebaiknya menyisikan biaya ini selama kehamilan atau sejak dini untuk memastikan kenyamanan dan menyesuaikan anggaran yang dimiliki,” kata Sipes.

 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Pendidikan Masa Depan

Ilustrasi bayi
Perbesar
Ilustrasi bayi (Dok.Unsplash)

“Memang sulit memikirkan masa kuliah ketika anak masih bayi, tetapi itu penting juga untuk dipikirkan,” kata Sipes.

Suatu saat ketika anak tumbuh dewasa, pasti dia akan mengejar mimpinya dengan cara berkuliah. Sebagai orang tua yang akan menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi, pasti rela menabung demi masa depan anak tersebut. Pengeluaran besar untuk kuliah tersebut memang lebih baik dipersiapkan sejak awal.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya