Covid-19 Mengganas, Penumpang KRL Turun 15 Persen

Oleh Liputan6.com pada 26 Jun 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 26 Jun 2021, 13:30 WIB
Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Ikuti Tes Swab PCR
Perbesar
Petugas medis melakukan tes swab kepada pengguna KRL Commuter Line dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Selasa, (5/5/2020). Pemkot Bekasi melakukan tes swab secara massal setelah tiga penumpang KRL dari Bogor terdeteksi terpapar virus corona (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba melaporkan pada Sabtu (26/6) akhir pekan ini jumlah pengguna KRL mengalami penurunan. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat jumlah pengguna KRL hanya mencapai 68.952 orang.

"Angka tersebut turun 15 persen dibanding hari Sabtu pekan lalu pada waktu yang sama yaitu sejumlah 80.706 orang," ucap Anne melalui siaran pers, Sabtu (26/6/2021).

Meski pengguna KRL terus mengalami penurunan, pada masa pandemi ini KAI Commuter tetap konsisten melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Penerapan protokol kesehatan secara ketat juga terus secara konsisten dilakukan KAI Commuter kepada para penggunanya.

"Sebagai penyedia transportasi publik, KAI Commuter terus berupaya untuk menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman dan nyaman bagi para pengguna dan petugas KAI Commuter sendiri," ucapnya.

Dia pun mengimbau, kepada seluruh masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah dengan menggunakan KRL adalah mereka yang benar-benar memiliki kepentingan mendesak. Para pengguna KRL juga selalu dihimbau untuk selalu menerapkan protokol kesehatan baik di dalam KRL maupun di area stasiun.

Pada akhir pekan ini, KAI Commuter juga hendak mengingatkan bahwa sejak Juni tahun 2020 lalu telah mengeluarkan larangan bagi anak di bawah usia lima tahun (balita) untuk menggunakan KRL.

KAI Commuter mengimbau kepada para orang tua agar tidak membawa anak-anaknya terutama yang balita untuk naik KRL. "Mari jaga kesehatan anak-anak kita dengan tetap beraktivitas dari rumah yang lingkungan dan kebersihannya dapat sepenuhnya diawasi," tukasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tes Antigen Acak

FOTO: Cegah Antrean Penumpang, Aparat Keamanan Diterjunkan di Stasiun Bogor
Perbesar
Petugas stasiun memandu penumpang KRL Commuterline di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/6/2020) pagi. Puluhan polisi, TNI, Satpol PP, dan petugas stasiun diterjunkan untuk memandu penumpang mengantisipasi antrean panjang seperti kemarin. (merdeka.com/Arie Basuki)

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kembali melakukan tes acak antigen pada hari ini Sabtu (26/6) secara serentak di empat stasiun antara lain Stasiun Bogor, Bekasi, Cikarang, dan Tangerang. Hingga pukul 09.00 WIB sudah dilakukan tes acak antigen kepada 68 orang dengan hasil tiga orang diantaranya reaktif.

"Ketiga calon pengguna tersebut dilarang untuk naik KRL dan selanjutnya datanya diserahkan kepada Puskesmas setempat untuk dilanjutkan tindakan selanjutnya," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam pernyataannya, Sabtu (26/6).

Tes acak antigen yang dilakukan KAI Commuter ini dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat yang masih harus beraktivitas menggunakan KRL serta para petugas di lapangan. Dia mengimbau, masyarakat yang masih harus beraktivitas diluar rumah dengan menggunakan KRL adalah mereka yang benar-benar memiliki kepentingan mendesak.

"Para pengguna KRL juga selalu dihimbau untuk selalu menerapkan protocol kesehatan baik di dalam KRL maupun di area stasiun," imbuhnya.

Memasuki akhir pekan ini, KAI Commuter juga kembali mengingatkan bahwa sejak Juni tahun 2020 lalu telah mengeluarkan larangan bagi anak di bawah usia lima tahun (balita) untuk menggunakan KRL. KAI Commuter menghimbau kepada para orang tua agar tidak membawa anak-anaknya terutama yang balita untuk naik KRL.

Adapun, informasi lengkap seputar layanan KAI Commuter dapat disimak melalui media sosial @commuterline dan call center 021-121.

"Mari jaga kesehatan anak-anak kita dengan tetap beraktivitas dari rumah yang lingkungan dan kebersihannya dapat sepenuhnya diawasi," tekannya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya