Bahlil Ingin Indonesia Dikenal Sebagai Negara Industrialis Penghasil Baterai Mobil Listrik

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 24 Jun 2021, 20:45 WIB
Diperbarui 24 Jun 2021, 20:45 WIB
Volkswagen sudah pasang target untuk jadi pemimpin pasar mobil listrik (Carscoops)
Perbesar
Ilustrasi mobil listrik. (Carscoops)
Liputan6.com, Jakarta
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjalin kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) dalam pengembangan industri baterai mobil listrik
 
Kerjasama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman antara Kementerian Investasi/BKPM dan UI yang ditandatangani Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Rektor UI Ari Kuncoro pada Kamis (24/6/2021) secara daring di kantor masing-masing. 
 
Bahlil Lahadalia menjelaskan, salah satu visi besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu mewujudkan transformasi ekonomi, salah satunya melalui hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah. 
 
Pada 2030 mendatang, dia memaparkan, sebanyak 70 persen bahan bakar kendaraan sudah beralih dari fosil menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT).
 
Dalam hal ini, Indonesia disebutnya beruntung karena memiliki cadangan sumber daya alam nikel sebesar 25 persen dari total cadangan di seluruh dunia.
 
"Indonesia menurut saya sudah saatnya untuk keluar menjadi pemain terbesar dunia, sehingga dunia mengenal Indonesia bukan hanya sekedar Bali, yaitu pariwisatanya. Tapi dunia harus mengenal Indonesia sebagai negara industrialis yang menghasilkan baterai modern," ujar Bahlil.
 
Menurut dia, kerjasama ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam melakukan kolaborasi dengan dunia akademik, terutama untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. 
 
"Kolaborasi antara Kementerian Investasi/BKPM dengan UI ini mencakup aspek pendidikan dan pelatihan, penelitian dan kajian terkait penanaman modal serta kemudahan berusaha, publikasi bersama, dan berbagai bentuk kerja sama lain yang akan mengemuka di kemudian hari," tuturnya.
 
 
 
 
 
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jadi Momentum Bangun Ekosistem Industri Mobil Listrik

Ilustrasi Mobil Listrik.
Perbesar
Ilustrasi Mobil Listrik. Kredit: MikesPhotos via Pixabay
Rektor UI Ari Kuncoro berharap kegiatan seminar dan penandatanganan ini menjadi momentum awal kolaborasi antara UI, pemerintah, dan industri dalam rangka membangun ekosistem industri mobil listrik nasional. 
 
"Kerjasama dan kegiatan seminar ini penting untuk memahami pergeseran industri otomotif dunia, dari industri berbasis bahan bakar fosil menjadi industri kendaraan berbahan dasar listrik (electric vehicle/EV)," katanya.  
 
Dalam pengembangan teknologi EV, UI telah memulai pada 2012 dengan diluncurkannya MOLINA-UI (Mobil Listrik Nasional Universitas Indonesia) oleh Fakultas Teknik UI (FTUI) serta pengembangan baterai ion-lithium yang hemat energi oleh Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI. 
 
Hal ini terus dikembangkan sampai saat ini dengan melakukan riset terkait sistem motor listrik, sistem charging baterai, serta kajian sosial ekonomi terkait perubahan perilaku konsumen otomotif.
 
Adapun industri baterai kendaraan listrik (EV battery) ini merupakan salah satu prioritas pemerintah. Investasi di sektor tersebut diproyeksikan akan menjadikan Indonesia naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah, menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik.
 
 
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya