Indonesia Ternyata Masih Kekurangan 1,3 Juta Guru Sampai 2024

Oleh Andina Librianty pada 23 Jun 2021, 16:46 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 16:46 WIB
FOTO: Pemberlakuan Ujian Tatap Muka SD di Bekasi
Perbesar
Guru membagikan lembar soal kepada sejumlah murid SDN Kota Baru saat ujian penilaian akhir sekolah di SDN Kota Baru 3 Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/6/2021). Ujian yang dilaksanakan secara tatap muka tersebut diikuti kelas 4 dan 5. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Indonesia ternyata masih kekurangan 1 juta guru di sekolah negeri pada tahun ini. Jumlah ini akan terus bertambah, dan hingga 2024 bisa kekurangan hingga 1,3 juta guru.

Pemerintah berharap bisa menutup kekurangan tersebut melalui seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan dibuka pada bulan ini. Seleksi ini bagian dari penerimaan CPNS 2021.

Namun, jumlah penetapan formasi untuk guru PPPK berdasarkan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sampai tadi malam, Selasa 22 Mei 2021 hanya sebanyak 525.667.

"Kami sangat berharap bahwa seleksi ASN PPPK ini akan dilanjutkan pada tahun depan, karena kalau melihat kebutuhan guru ini jika tidak terpenuhi sampai 2024, bisa sampai 1.312.759 kekurangan guru kami," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Nunuk Suryani, saat RDP dengan Komisi X pada Kamis (23/6/2021).

Nunuk mengungkapkan bahwa pada 2021 ada 69.757 guru yang akan pensiun. Kemudian pada 2022, yang akan pensiun sebanyak 77.124, pada 2023 yang akan pensiun 75.195, hingga jumlah guru yang akan pensiun pada 2024 sebanyak 69.762.

Plt. Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kemenpan-RB, Katmoko Ari Sambodo, mengatakan dari total formasi guru PPPK 525.667, sebanyak 128.631 diusulkan oleh 34 Pemerintah Provinsi dan 397.036 dari 487 Pemerintah Kab/Kota.

"Seluruh provinsi mengadakan seleksi guru, sedangkan di Pemerintah Kab/Kota ada 10 yang tidak usul guru. Sedangkan ada 11 instansi sisanya Kabupaten Kota yang sudah mengusulkan, tapi kemudian membatalkan usulan tersebut untuk seluruh seleksi ASN baik CPNS maupun PPPK guru," tuturnya.

 

Disimak, Jadwal Terbaru Seleksi Guru ASN PPPK

Siswa SD di Bekasi Kembali Sekolah Tatap Muka
Perbesar
Siswa saat mengikuti kegiatan belajar tatap muka di SDN Pekayon Jaya VI, Bekasi, Rabu (24/3/2021). Jumlah siswa pun dibatasi hanya 15 orang tiap kelas dan wajib mengenakan masker baik murid maupun guru. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Pemerintah memastikan akan membuka pendaftaran seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Juni ini. Proses seleksi mulai dari pendaftaran hingga ujian seleksi kesempatan ketiga akan berakhir pada Desember 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Nunuk Suryani. Namun ia tidak merinci tanggal pendaftaran.

"Linimasa seleksi guru ASN-PPPK yang terbaru dari Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) bahwa dari linimasa yang sudah ditetapkan pada Juni ini nanti adalah pendaftaran untuk calon peserta seleksi guru ASN P3K, kemudian ada seleksi administrasi," kata Nunuk dalam RDP dengan Komisi X pada Rabu (23/6/2021).

Kemudian masa sanggah pada periode Juli, sebelum akhirnya ujian seleksi tahap satu digelar pada Agustus 2021. Diharapkan pada September 2021 sudah ada perangkingan, pengumuman dan masa sanggah pemberkasan yang lulus ujian pertama. Lalu dilanjutkan dengan daftar ulang dan pemilihan formasi bagi yang tidak lulus ujian pertama.

Ujian seleksi kesempatan kedua pada Oktober 2021. November akan menjadi periode untuk perangkingan, pengumuman dan masa sanggah pemberkasan yang lulus ujian kedua. Lalu dilanjutkan dengan daftar ulang dan pemilihan formasi bagi yang tidak lulus ujian tahap kedua.

"Dan Desember adalah seleksi kesempatan ketiga," kata Nunuk.

Sekolah negeri saat ini membutuhkan sekira satu juta guru. Namun berdasarkan catatan Kemendikbud Ristek, sampai sejauh ini formasi yang tersedia baru sekitar 516 ribu.

"Artinya kami sangat berharap bahwa seleksi ASN PPPK ini akan dilanjutkan pada tahun depan, karena kalau melihat kebutuhan guru ini jika tidak terpenuhi sampai 2024 bisa sampai 1.312.759 kekurangan guru kami," ungkap Nunuk.

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓