Rupiah Melemah Seiring Lonjakan Kasus Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 23 Jun 2021, 10:16 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 10:19 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Rabu ini. Rupiah terkoreksi seiring peningkatan kasus positif COVID-19 di Tanah Air.

Mengutip Bloomberg, Rabu (23/6/2021), rupiah dibuka di angka 14.425 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.425 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 14.437 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.415 per dolar AS hingga 14.440 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih melemah 2,76 persen.

"Rupiah mungkin bisa balik tertekan hari ini setelah kemarin berhasil menguat," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, dikutip dari Antara, Rabu.

Ariston menyampaikan pergerakan nilai tukar regional pagi ini masih menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS.

Gubernur The Fed Jerome Powell memberikan penegasan bahwa bank sentral AS tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga hanya karena inflasi AS yang tinggi saat ini.

"Namun di sisi lain, Powell menunjukkan kuatnya pemulihan ekonomi di AS dan ini mungkin yang menyebabkan dolar AS menguat pagi ini," ujar Ariston.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Prediksi Rupiah

Rupiah-Melemah-Tipis-Atas-Dolar
Perbesar
Petugas menghitung uang rupiah di Bank BRI Syariah, Jakarta, Selasa (28/2). Rupiah dibuka di angka 13.355 per dolar AS, melemah tipis dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.341 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari domestik, eskalasi kasus positif COVID-19 di Indonesia masih berlanjut. Sebanyak 13.668 kasus baru terjadi pada Selasa (22/6) kemarin sehingga kasus aktif kembali meningkat menjadi 152.686 kasus, tertinggi ke-3 di Asia.

"Dari dalam negeri, tren naik kasus COVID-19 masih menjadi penekan nilai tukar rupiah," kata Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran Rp14.450 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.440 per dolar AS.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓