Pertamina: Pasokan Listrik Seperti Sembako untuk Blok Rokan

Oleh Andina Librianty pada 22 Jun 2021, 17:04 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 17:10 WIB
Pertamina terus lakukan persiapan untuk alih kelola Blok Rokan
Perbesar
Pertamina terus lakukan persiapan untuk alih kelola Blok Rokan

Liputan6.com, Jakarta Business Support Project Leader PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Danang Saleh, mengatakan pasokan listrik dan uap sangat penting untuk Blok Rokan sebagai tulang punggung produksi minyak nasional. Pasalnya, Blok Rokan saat ini menyumbang lifting minyak sekira 22 persen dengan produksi berkisar 160 - 170 ribu barel per hari.

Wilayah kerja Blok Rokan setidaknya membutuhkan pasokan listrik 400 MW dan uap 335 MBSPD. Untuk memastikan pasokan tersebut terpenuhi, PHR telah melakukan penandatanganan jual beli listrik dan uap dengan PT PLN (Persero) pada 1 Februari 2021.

Pertamina saat ini dalam proses alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), dan akan mulai mengelolanya setelah 9 Agustus 2021.

"Ini membutuhkan suplai listrik dan uap yang banyak, sehingga ini seperti 'sembilan bahan pokok' bagi kami untuk bisa beroperasi dengan baik," kata Danang dalam webinar Ruang Energi : Keandalan Pasokan Listrik Jaga Produksi Blok Rokan pada Selasa (22/6/2021).

Wilayah kerja Rokan memiliki area seluas 6.453 km2 dengan 104 lapangan yang terdiri dari 85 lapangan aktif dan lapangan utama yaitu Duri, Minas, Bangko, Batam South, dan Petapahan.

"Kami melanjutkan produksinya, sehingga kami ingin pasokan listrik dan uap untuk Blok Rokan ini benar-benar tidak ada kendala apa pun. Sehingga diharapkan operasional sumur-sumur kami bisa berjalan dengan baik," tutur Danang.

 

Produksi Meningkat

Persiapan Alih Kelola Blok Rokan
Perbesar
Persiapan Alih Kelola Blok Rokan.

Danang menjelaskan, setelah 9 Agustus 2021 dan End of Contract (EOC) dari Profit Sharing Contract (PSC) yang lama, maka akan ada kontrak baru dengan skema gross split atau bagi hasil. Skema ini dinilai sangat efisien, termasuk dalam hal penyediaan listrik, uap dan gas.

"Harapannya dengan proses alih kelola ini, bisa berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Sehingga antara 8 Agustus dan 9 Agustus, tidak ada apa pun yang menjadi kendala," ungkap Danang.

Ia menjelaskan, PHR juga telah memiliki beberapa program baru untuk meningkatkan produksi Blok Rokan seperti pemboran Infill, eksplorasi, optimasi waterflood, optimasi steamflood dan lainnya.

"Kami ingin bekerja secara masif agresif untuk peningkatan produksi, dengan demikian, kami bisa menjadi tetap kontributor utama produksi minyak nasional. Ini yang kami kejar dan merupakan amanat negara," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓