Kontribusi UMKM ke Ekspor Non-Migas Ditargetkan Capai 15,2 Persen

Oleh Liputan6.com pada 22 Jun 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 13:30 WIB
UMKM Diajak Manfaatkan Fasilitas GSP Ekspor Produk ke AS
Perbesar
Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku UMKM yang telah siap mengekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan peningkatan kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional. Diahrapkan di 2021 ini kontribusi UMKM terhadap ekspor non migas bisa mencapai 15,2 persen.

"Saat ini (kontribusi UMKM terhadap ekspor non migas) baru mencapai 14 persen. Tentu target ini sangat ambisius," ungkap Teten dalam acara Peringatan Hari Pangan Dunia, Selasa (12/6/2021).

Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya mendorong sebanyak mungkin produk UMKM go ekspor. Diantaranya dengan melakukan pendekatan yang terintegrasi melalui kerja sama dengan sejumlah Kementerian dan lembaga untuk menyerap produk UMKM agar bisa berdaya saing dan berkompetisi.

"Kami juga melakukan pelatihan, pendampingan, standardisasi termasuk sertifikasi produk," imbuhnya.

Selanjutnya, Kementerian Koperasi dan UKM juga terus memberikan dukungan untuk kebijakan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Selain juga mendorong kemudahan dan akses terhadap pasar domestik maupun internasional.

"Nah, kami juga sudah bentuk satgas percepatan ekspor bagi UMKM. Ini untuk dapat memberikan solusi terkait permasalahan ekspor," bebernya.

Terakhir, Kementerian Koperasi dan UKM menjajaki sinergi bersama BPOM untuk kemudahan fasilitasi perizinan bagi UMKM. Menurutnya, hal tersebut juga sebagai tindak lanjut pemerintah atas telah disahkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Karena implementasi UU Cipta Kerja untuk menciptakan iklim berusaha yang mudah dan murah bagi UMKM," tukasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ekspor Indonesia Turun 10,25 Persen di Mei 2021

20161018-Ekspor Impor RI Melemah di Bulan September-Jakarta
Perbesar
Sejumlah truk peti kemas di area JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). BPS mencatat, nilai ekspor September 2016 sebesar US$ 12,51 miliar, turun 1,84% dibanding bulan sebelumnya dan turun 0,59% (yoy). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekspor bulan Mei 2021 mencapai USD 16,6 miliar, atau turun 10,25 persen dibandingkan bulan April.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, angka ini didapat dari penurunan ekspor migas sebesar 2,68 persen dan ekspor non migas 10,67 persen.

"Sementara secara year on year, dari Mei 2021 ke Mei 2020, angkanya meningkat 58,76 persen," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers, Selasa (15/6/2021).

Adapun, kenaikan ekspor yang signifikan secara tahunan terjadi karena adanya lonjakan ekspor migas sebesar 66,99 persen dan kenaikan ekspor non migas 58,3 persen.

Sedangkan berdasarkan sektor, nilai ekspor migas memberi andil USD 0,94 miliar, pertanian USD 0,24 miliar, industri pengolahan USD 12,83 miliar lalu pertambangan dan lainnya USD 2,59 miliar.

Sektor non migas sendiri menyumbang 94,36 persen dari total ekspor Mei 2021, sementara sektor migas menyumbang 5,64 persen.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓