Dukung Pemberdayaan UMKM Pangan, BPOM MoU dengan KemenkopUKM

Oleh Tira Santia pada 22 Jun 2021, 12:20 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 12:20 WIB
Geliat Produksi Tepung Aci di Tengah Pandemi
Perbesar
Pekerja membawa tepung aci di Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, minggu (20/6/2021). Pemerintah mengklaim hasil pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) klaster dukungan UMKM membantu mayoritas penerima manfaat dapat bertahan selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Koperasi dan UKM tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang Obat Tradisional, Kosmetik dan Pengolahan Pangan.

“Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi terselenggaranya launching dukungan Badan Pengawasan obat dan makanan untuk UMKM khususnya UMKM pangan menuju World Food Safety Day and Spice Up The World,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya di acara Launching Dukungan BPOM untuk UMKM Pangan Menuju Indonesia Spice Up The World, Selasa (22/6/2021).

Menurutnya, dukungan dari BPOM tersebut bisa menjadi inspirasi untuk terus mengkampanyekan keamanan mutu dan gizi pangan kepada masyarakat serta pelaku UMKM, agar dapat menerapkan produksi yang sesuai dengan ketentuan sehingga produk yang dipasarkan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Lanjut Menteri Teten mengatakan, munculnya pandemi covid-19 telah merubah pola konsumsi masyarakat mayoritas penduduk dunia, lantaran terjadi perubahan perilaku konsumen yang menuntut pelaku usaha untuk kreatif dan adaptif dalam pemanfaatan teknologi digital untuk dapat mempertahankan dan menumbuhkan usahanya.

“Seperti banyak sudah kita ketahui banyak UMKM yang bergeser ke sektor makanan dan juga lewat digital, karena memang pembatasan sosial kegiatan usaha itu bergeser ke digital. Sehingga industri makanan rumahan ini tumbuh terutama makanan siap saji yang dikemas dan sekarang orang bukan lagi beli makanan yang murah tapi yang sehat,” ujarnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pendampingan

Geliat Produksi Tepung Aci di Tengah Pandemi
Perbesar
Pekerja menjemur tepung aci di Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, minggu (20/6/2021). Pemerintah mengklaim hasil pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) klaster dukungan UMKM membantu mayoritas penerima manfaat dapat bertahan selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kata Teten, di sisi lain berkat pendampingan packaging dan izin edar produk UMKM dari BPOM penjualan digital di Indonesia naik sebesar 26 persen, bahkan pelaku UMKM yang sudah terhubung ke digital sudah sekitar 21 persen atau 13,5 juta dari 65 juta UMKM.

“Jadi ini saya kira dukungan kerjasama BPOM untuk UMKM pangan ini akan sangat menolong untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid, yang memang banyak digerakkan oleh tiga sektor utama yaitu makanan minuman, pemeliharaan kesehatan dan home care. Tiga Sektor itu yang tumbuh di luar biasa,” ujarnya.

Teten menegaskan izin edar dari BPOM merupakan salah satu tolok ukur masyarakat untuk memilih produk untuk dikonsumsi sangat dibutuhkan oleh UMKM, terutama dalam pemasaran untuk pengungkit daya saing produk baik lokal maupun internasional.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓