Bukan Injak Rem, Ini Permintaan Pemerintah ke Anies Baswedan

Oleh Liputan6.com pada 21 Jun 2021, 14:48 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 15:59 WIB
Jakarta Tarik Rem Darurat, Ganjil Genap Ditiadakan dan Transportasi Umum Dibatasi
Perbesar
Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (10/7/2020). Pembatasan pegerakan kendaran dengan ganjil genap itu akan kembali ditiadakan mulai Senin (14/9/2020) bersamaan dengan penerapan PSBB seperti awal pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Jokowi mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk menambahan fasilitas baru untuk penangan Covid-19. Ini dilakukan merespon lonjakan kasus aktif harian di DKI Jakarta yang sudah menyentuh di level 5.000 per hari.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlanga Hartato mengatakan, pemerintah akan meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan untuk menambah fasilitas baru menggunakan Rusunawa Nagrak, CIlincing dan Rusunawa di Pasar Rumput.Ini disiapkan seluruhnya di bawah koordinasi RSDC daripada rumah sakit kemayoran yang kendalinya dipegang oleh pangdam.

"Ini yang tentunya ini akan disiapkan dalam beberapa hari ke depan dan kemudian tentu kita terus mendorong dan memonitor terkait dengan tingkat kasus," jelas dia dalam di Jakarta, Seni (26/6/2021).

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan, pihaknya telah berkolaborasi dan berkoordinasi dengan para kepala daerah mulai dari Gubernur Jawa Tengah, Timur, Barat, hingga DKI Jakarta untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Salah satunya di Jakarta, Ganip mengatakan Pemerintah akan membuka tempat perawatan untuk pasien orang tanpa gejala (OTG) di Pademangan, tower 8 yang sebelumnya ditempati para tenaga kesehatan.

"Untuk mengatasi lonjakan kasus khususnya di DKI dan daerah penyanggah, pemerintah akan membuka tower 8 di Pademangan, untuk perawatan pasien OTG, tower tersebut sebelumnya ditempati tenaga kesehatan, nantinya nakes tersebut akan dipindahkan ke hotel terdekat," katanya dalam akun YouTube BNPB, Minggu (13/6).

Dia mengatakan, apabila pemindahan tersebut berhasil nantinya di tower tersebut akan menambahkan kapasitas tempat tidur yaitu 1.572. Lalu yang kedua nantinya juga akan ditambah kapasitas tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 2.000 tempat tidur.

"Sehingga kapasitas ini bisa menambah 2.000 tempat tidur, di RSDC kemayoran dapat meningkat dari 5.994 tempat tidur, menjadi 9.566 tempat tidur untuk pasien Covid-19," ungkapnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Vaksinasi COVID-19 RI Sentuh 716 Ribu per Hari pada Kamis 17 Juni 2021

Pemindahan Pasien Terinfeksi COVID-19
Perbesar
Petugas membawa pasien terindikasi terinfeksi COVID-19 dari ruang rawat Gedung Anton Soedjarwo Rumah Sakit Bhayangkara RS Sukanto menuju ruang rawat khusus COVID-19, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Kasus Covid-19 sudah ditemukan di 34 Provinsi di Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa percepatan vaksinasi menjadi salah satu arahan Presiden Joko Widodo dalam menangani COVID-19.

"Bapak Presiden meminta minggu lalu agar kita bisa bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mencapai angka 700 ribu bulan ini," kata Menkes dalam konferensi pers virtual pada Senin (21/6/2021).

"Kami laporkan bahwa angka 716 ribu sudah dicapai hari Kamis kemarin," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan di saluran Youtube Sekretariat Presiden itu.

Budi Gunadi mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah meminta agar awal bulan depan, vaksinasi COVID-19 dapat diupayakan mencapai satu juta dalam sehari.

"Tolong dipastikan digerakkan semua komponen, baik itu komponen melalui vaksinasi pemerintah daerah maupun juga komponen vaksinasi melalui TNI dan Polri," ujarnya.

"Kami bekerja sama terus, berkomunikasi dengan bapak Panglima (TNI) dan bapak Kapolri, Insyaallah kita percaya, kita yakin, angka 1 juta vaksinasi per hari bisa kita capai awal bulan depan sesuai arahan bapak Presiden," kata Menkes Budi.

Menkes pada kesempatan itu juga mengatakan bahwa terkait peningkatan kasus, fokus juga harus diarahkan ke sisi hulu atau bagaimana mencegah agar orang sehat tidak menjadi sakit.

"Arahan beliau (Presiden) sangat jelas, beliau memberikan arahan dua hal. Agar kita menangani di sisi hulunya dengan baik, sehingga mengurangi tekanan ke sisi hilirnya," kata Menkes.

Menurut Budi, penanganan di sisi hulu ini berarti perkuatan implementasi PPKM mikro di lapangan, serta mempercepat vaksinasi.

Terkait penguatan PPKM mikro, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan beberapa penyesuaian yang mulai berlaku pada 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

"Beberapa penguatan PPKM mikro akan dituangkan ke dalam Instruksi Mendagri," kata Airlangga.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓