Buka Program S2 Terapan di STIP, Menhub: Ini Pertama di Indonesia

Oleh Athika Rahma pada 21 Jun 2021, 13:10 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 13:10 WIB
Menhub, Budi Karya Sumadi
Perbesar
Menhub, Budi Karya Sumadi (tengah) saat meninjau Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, Rabu (24/4). Progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta hampir 100 persen, sementara progres pembangunan keseluruhannya termasuk domestik mencapai 47 persen. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan secara resmi membuka program magister atau S2 (pascasarjana) terapan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, program magister terapan ini pertama kalinya ada di Indonesia. STIP menjadi institusi pertama yang membuka program perkuliahan ini.

"Tentu program ini merupakan yang pertama di Indonesia karena STIP di Jakarta menjadi yang pertama berkesempatan menyelenggarakan magister terapan," ujar Menhub dalam pembukaan program Magister Terapan STIP secara virtual, Senin (21/6/2021).

Menhub mengatakan, ada dua program magister terapan yang dibuka di STIP. Pertama yaitu, prodi Pemasaran, Inovasi dan Teknologi Program Magister Terapan (M.Tr.M) dan Teknik Keselamatan dan kedua ialah program studi Resiko Program Magister Terapan (M.Tr.T).

Menurut Menhub, langkah STIP harus diapresiasi karena mendukung visi dan misi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim.

Oleh karena itu, perguruan tinggi maritim memiliki peran penting dalam membentuk SDM untuk mewujudkan hal itu.

"Saya pribadi dan atas nama Kememhub mengucapkan terima kasih ke Kemendikbud-Ristek dan seluruh pihak yang membantu pembukaan program studi ini," ujar Menhub.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menhub Ibaratkan Logistik Sebagai Darah Bagi Kegiatan Masyarakat Indonesia

Menhub Budi Karya Sumadi
Perbesar
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam kunjungan ke Medan

Berbagai pembatasan mobilitas masyarakat dengan tujuan mencegah penyebaran virus corona membuat sektor transportasi ikut terpuruk. Sebagian besar aktivitas masyarakat dilakukan dari dalam rumah, mulai dari bersekolah hingga bekerja.

Meski begitu jasa pengiriman logistik menjadi penopang saat jasa angkutan orang terjerembab. Sektor ini bahkan mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya masyarakat yang berbelanja menggunakan aplikasi berbasis digital.

"Di sektor logistik dengan kebijakan pembatasan ini masih mampu bergerak karena ada aktivitas belanja daring yang meningkat," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam Dialog Publik: Transportasi untuk Kelancaran Logistik dan Kemajuan Ekonomi Di Masa Pandemi, Jakarta, Senin (7/6).

Budi menjelaskan, keberhasilan sektor logistik selama pandemi didukung jaringan transportasi dan infrastruktur yang memadai. Sehingga mampu mendukung mobilitas angkutan logistik ke berbagai wilayah di Indonesia.

"Selama pandemi sektor logistik ini tetap stabil didukung jaringan transportasi yang memadai dan infrastruktur yang sudah baik," kata dia.

Dia pun menyebut logistik sebagai darah dari semua kegiatan manusia di Indonesia. Bergeraknya sektor ini menjadi penanda perekonomian nasional tetap berjalan.

"Logistik adalah darah dari semua kegiatan masyarakat di Indonesia," katanya.

Untuk itu di meminta agar semua pihak tetap konsisten dalam mewujudkan produktivitas dengan simpul transportasi. Memastikan sektor logistik ini bisa menopang dan membangkitkan perekonomian nasional.

"Sehingga ekonomi bangkit dan masuk ke kondisi yang lebih baik lagi," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya