Vaksinasi Goyong Royong Sasar 65.000 Karyawan Bank

Oleh Andina Librianty pada 19 Jun 2021, 20:15 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 20:15 WIB
FOTO: Pelaku Sektor Jasa Keuangan Jalani Vaksinasi COVID-19 di Tennis Indoor Senayan
Perbesar
Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pelaku sektor jasa keuangan di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021). Vaksinasi ini dilakukan untuk mempercepat vaksinasi, sehingga membentuk kekebalan komunal di masyarakat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) mendukung program vaksinasi corona nasional melalui pelaksanaan vaksinasi gotong royong secara mandiri.

Untuk itu, Perbanas menyiapkan 130.000 dosis vaksin Sinopharm yang akan disuntikan kepada 65.000 karyawan dari 48 bank pemerintah, swasta nasional, asing dan daerah yang menjadi sasaran vaksin dalam program ini.

Sebanyak 50.000 karyawan akan menerima vaksinasi gotong royong di Sentra Vaksinasi Perbanas Lapangan Tenis Indoor Senayan Jakarta yang dilaksanakan pada 19-30 Juni 2021 untuk vaksinasi pertama dan 11-19 Juli 2021 untuk vaksinasi kedua.

Sedangkan 15.000 karyawan akan mendapatkan vaksin gotong royong di Sentra vaksinasi Perbanas wilayah yang tersebar di Bandung, Semarang, Surabaya dan kota-kota besar lainnya.

Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo atau yang akrab disapa Tiko, menjelaskan dalam program vaksinasi mandiri tersebut, pihaknya menggandeng Bio Farma dan Kimia Farma untuk menyediakan vaksin sinopharm yang sudah memperoleh izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai salah satu vaksin yang aman.

"Kami berharap program vaksinasi ini dapat berjalan optimal dan berdampak besar, terutama untuk para pelaku industri perbankan agar dapat memberikan kenyamanan lebih kepada nasabah," kata Tiko saat membuka program vaksinasi gotong royong Perbanas bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani dan direksi bank-bank swasta di Senayan, Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Tiko juga menegaskan, vaksinasi di industri jasa keuangan ini akan diproritaskan untuk para pekerja bank yang paling sering berinteraksi langsung dengan nasabah.

"Untuk itu, kami telah berkoordinasi dengan bank-bank untuk mendapatkan data detil karyawan yang akan divaksin, baik di Jakarta, maupun di daerah. Data ini akan terus kami perbarui agar pelaksanaan vaksinasi di Jakarta dan daerah bisa berjalan lancar. Harapannya, semua karyawan bank di seluruh Indonesia sudah selesai divaksinasi pada akhir Juli nanti," kata Tiko.

Percepat Pelaksanaan Vaksinasi

Warga DKI 18 Tahun ke Atas Jalani Vaksinasi COVID-19
Perbesar
Petugas mengecek kesehatan warga khusus DKI 18 tahun ke atas sebelum divaksin Covid-19 di Gelanggang Olahraga, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Kemenkes memberikan ijin kepada Pemrov DKI Jakarta resmi menggelar vaksin covid-19 untuk kelompok masyarakat 18 tahun ke atas. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Perbanas atas terselenggaranya program vaksinasi gotong royong secara mandiri.

Hal ini merupakan bentuk dukungan Perbanas dalam percepatan program vaksinasi Covid-19, untuk mencapai target terciptanya herd immunity di bulan Agustus 2021.

OJK mengharapkan agar Perbanas dan Himbara yang juga telah melakukan vaksinasi gotong royong dapat mempercepat dan memperluas pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di seluruh daerah.

"Asosiasi perbankan lainnya saya harapkan melakukan hal yang sama, mengingat kerberhasilan program vaksinasi ini merupakan game changer dalam pemulihan ekonomi nasional," ujar Heru.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir, menyebutkan, sebagai pengemban tugas dari Pemerintah untuk melaksanakan dan mendistribusikan vaksin Covid-19 sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10/2021, pihaknya mendukung sepenuhnya program Vaksinasi Gotong Royong yang digelar Perbanas hari ini.

"Seperti diketahui, Pemerintah dan kalangan swasta tengah berupaya mengejar target 20 juta karyawan swasta yang ikut dalam program ini, dapat terealisasi secara bertahap. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi permintaan dan menyesuaikannya dengan stok vaksin yang ada saat ini yakni sebanyak 1.500.000 dosis," tuturnya.

Senada, Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) Agus Chandra, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kiprah Perbanas dalam membantu goal Pemerintah yang menginginkan herd immunity (kekebalan kelompok) di Indonesia segera terbentuk.

"Melalui program ini, kami juga berharap herd immunity di kelompok Perbanas dapat terbentuk. Dengan demikian, seluruh bank peserta Perbanas dapat melayani nasabahnya dengan lebih tenang dan nyaman," kata Agus.

Dalam proses penyuntikan vaksin, lanjut Agus, Bio Farma telah menunjuk KFD sebagai pelaksana. Oleh karena itu, Agus memastikan bahwa KFD berkomitmen untuk melaksanakan amanat tersebut sesuai petunjuk teknis Kementerian Kesehatan dan standard operasional prosedur (SOP).

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Rosan P. Roeslani menyatakan pihaknya mengapresiasi langkah Perbanas dan pelaku industri sektor keuangan yang terus berkomitmen dalam percepatan vaksinasi Gotong Royong yang sebelumnya telah diinisiasi oleh Kadin. "Antusiasme ini sangat positif dan kami harap hal ini dapat segera dilakukan secara menyeluruh di daerah," tutur Rosan.

Lanjutkan Membaca ↓