Harga Emas Turun Menuju Pekan Terburuk dalam Setahun

Oleh Andina Librianty pada 19 Jun 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 07:30 WIB
20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia
Perbesar
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas berjuang dalam sesi perdagangan yang bergejolak menuju pekan terburuk dalam lebih dari setahun pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Hal ini karena dolar memperpanjang reli di belakang pandangan hawkish Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari CNBC, Sabtu (19/6/2021), harga emas di pasar spot turun tipis 0,17 persen menjadi USD 1.770,36 per ounce sekitar pukul 15:00. ET, menghentikan kenaikan awal pada beberapa pembelian murah.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,3 persen pada USD 1.769,90 per ounce.

The Fed mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya akan mempertimbangkan apakah akan mengurangi pembelian asetnya di setiap pertemuan berikutnya dan mengajukan proyeksi kenaikan suku bunga hingga 2023.

Harga emas batangan semakin jatuh oleh pernyataan Presiden Fed St. Louis James Bullard bahwa inflasi lebih kuat dari yang diantisipasi dan pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat adalah respons alami terhadapnya.

"Pasar takut akan rahang Fed lebih lanjut," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Masih harus dilihat "seberapa banyak pembicaraan Fed yang akan kita dapatkan tentang potensi mengurangi pembelian aset dan menaikkan suku bunga di beberapa titik di masa depan, jika perkiraan ini benar," tambah Meger.

Indeks dolar menuju minggu terbaiknya dalam hampir sembilan bulan, mengurangi daya pikat emas untuk pemegang mata uang lainnya.

Tetapi beberapa analis, termasuk dari Goldman Sachs dan Commerzbank, mengatakan emas dapat bersiap untuk pemulihan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Prediksi Harga Emas

20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia
Perbesar
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Mungkin ada lebih banyak tekanan jual jangka pendek dalam emas tetapi di beberapa titik pemburu barang murah bisa turun tangan, merasakan peluang beli mengingat bahwa kenaikan inflasi secara historis "bullish" untuk logam mulia, kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Commerzbank juga mempertahankan perkiraan akhir tahun USD 2.000 per ons, tidak berubah.

Selain harga emas, harga Palladium terakhir turun 1,94 persen pada level USD 2.462,18. Sementara perak turun 0,23 persen menjadi USD 25,86 dan platinum turun 1,94 persen menjadi USD 1.037,53.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓