Top 3: Anggaran Militer Indonesia dan Negara ASEAN Lain

Oleh Andina Librianty pada 19 Jun 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 06:30 WIB
Deretan Alutsista Dipamerkan di HUT ke-74 TNI
Perbesar
Prajurit TNI menaiki tank saat parade alutsista pada perayaan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019). Perayaan HUT ke-74 TNI ini diikuti oleh 6.806 prajurit. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Indonesia patut bangga, TNI ternyata jadi yang terkuat di ASEAN. Hal ini dibuktikan dengan laporan globalfirepower terbaru mengenai kekuatan milter 140 negara di dunia per 2021.

Dengan kekuatan yang mumpuni, berapa anggaran pertahanan yang digelontorkan pemerintah dalam pengadaan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista)?

Simak rangkuman 3 berita paling dicari, Sabtu (19/6/2021):

1. Kekuatan Militer Indonesia Nomor 1 di ASEAN, Bandingkan Anggaran Pertahanan di Wilayah Ini

Indonesia patut berbangga dengan prestasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Laporan Global Firepower tahun 2021 mencatat, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat ke-16 dunia.

Kerennya, militer Indonesia juga mengukuhkan posisinya sebagai pasukan terkuat se-ASEAN. Bahkan, posisi Indonesia jauh lebih unggul dibanding negara maju seperti Singapura dan Malaysia.

Baca berita selengkapnya di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Indonesia Punya Nikel Banyak, Menko Luhut: Kita Tak Boleh Baik-Baik Amat

Harga Nikel Naik 28 Persen, Ini Strategi Antam Agar Kompetitif
Perbesar
Nikel lagi-lagi mencatatkan trend kenaikan harga yang positif selama tahun 2017.

Indonesia tercatat menjadi salah satu produsen nikel terbesar di dunia dunia dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI) dengan jumlah produksi sebanyak 21 juta ton setahun.

Pemerintah Indonesia kini telah mendorong investasi pada hilirisasi produk turunan Nikel untuk memproduksi baterai listrik. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia memiliki hak untuk berkembang dan bekerja sama dengan negara lain yang saling menguntungkan.

“Dengan ini (potensi Nikel) yang besar kita lihat bahwa Indonesia punya bargaining position yang kuat. Kita juga nggak boleh baik-baik amat. Kita harus mainkan peran kita,” tegas Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Alat Pengolah Sampah di Labuan Bajo Hilang, Menko Luhut Minta Tanggung Jawab Bupati Manggarai Barat

Ketika Tiga Menteri Berswafoto Usai Penandatanganan Kerja Sama Antarbank
Perbesar
Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan memberi sambutan saat menghadiri penandatanganan kerja sama antar bank sindikasi di Jakarta, Jumat (29/12). Kerja sama antar bank tersebut sebesar 19,25 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan kaget mendengar alat pengolah sampah yang diberikan pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat hilang.

"Kemarin saya dapat laporan barang itu (alat pengelola sampah) hilang," kata Luhut dalam Acara Puncak Bangga Buatan Indonesia: Kilau Digital Permata Flobamora, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (18/6/2021).

Luhut meminta Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi untuk bertanggung jawab atas hilangnya alat pengolah sampah tersebut. Dia meminta Pemda tidak hanya fokus pada pembangunan yang sifatnya besar saja, tetapi hal-hal teknis tetap perlu mendapatkan perhatian juga.

Baca artikel selengkapnya di sini

Lanjutkan Membaca ↓