BI Catat Kebutuhan Pembiayaan Korporasi dan Rumah Tangga Turun

Oleh Liputan6.com pada 18 Jun 2021, 20:30 WIB
Diperbarui 18 Jun 2021, 20:30 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia
Perbesar
Ilustrasi Bank Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia melaporkan kebutuhan pembiayaan korporasi pada Mei 2021 sedikit mengalami penurunan. Tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi pada Mei 2021 sebesar 16,1 persen. Angka ini tetap positif meski lebih rendah dibandingkan dengan SBT sebesar 24,8 persen pada April 2021.

"Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi pada Mei 2021 sebesar 16,1 persen, tetap positif meski lebih rendah dibandingkan dengan SBT sebesar 24,8 persen pada April 2021," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, Jakarta, Jumat (17/6).

Meski begitu Erwin menilai kebutuhan pembiayaan kredit korporasi masih menunjukkan peningkatan. Peningkatan tersebut terutama disampaikan oleh responden pada sektor Perdagangan, Reparasi Mobil dan Motor, Pertambangan, dan Jasa Kesehatan.

Dana segar tersebut akan digunakan untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo, mendukung pemulihan pasca new normal dan investasi. Adapun pemenuhan kebutuhan pembiayaan didominasi oleh dana sendiri yang tercatat meningkat.

Sementara itu porsi pinjaman perbankan dalam negeri dan pinjaman dari perusahaan induk terindikasi menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Pembiayaan

Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya
Perbesar
Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Selain itu, Erwin juga melaporkan penambahan pembiayaan yang dilakukan oleh rumah tangga dalam 3 bulan ke depan masih terbatas. Pada Mei 2021, penambahan pembiayaan oleh rumah tangga lebih terbatas dari bulan sebelumnya.

Pengajuan pembiayaan oleh rumah tangga tersebut terutama diperoleh dari Bank Umum. Adapun jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna (KMG).

Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru pada Mei 2021 tetap tumbuh meski terindikasi melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan penyaluran kredit baru pada Mei 2021 diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank.

Sementara itu, untuk keseluruhan periode Triwulan II-2021, penyaluran kredit baru diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 73,9 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓