Pentingnya Literasi Keuangan dalam Rencana Finansial Keluarga

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2021, 16:15 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 22:32 WIB
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)

Liputan6.com, Jakarta - Berkomitmen untuk terus menaikkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) kembali menggelar kegiatan literasi keuangan bagi ratusan pelaku usaha sebagai peserta. Acara yang bertajuk Pintar Memanfaatkan Teknologi sebagai Solusi Keuangan Masa Kini ini disiarkan melalui platform Zoom (17/6/2021).

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, tingkat literasi keuangan di Indonesia baru mencapai 38,03 persen.

Indikatornya terdiri dari pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku. Untuk wilayah perkotaan tingkat literasi mencapai 41,41 persen. Sementara tingkat literasi masyarakat perdesaan hanya 34,53 persen.

“BFI Finance mengajak rekan-rekan pelaku usaha untuk sama-sama menjadi motor penggerak ekonomi dan mencapai kesejahteraan finansial, tetapi dengan cara yang cerdas dan penuh kewaspadaan, melalui webinar literasi keuangan. Di era keuangan digital seperti sekarang, transaksi digital semakin diminati dan dibutuhkan," ungkap Direktur Bisnis BFI Finance Sutadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

"Oleh karena itu, kami konsisten mengedukasi masyarakat mengenai beragam hal terkait masalah keuangan, pengenalan lembaga jasa pembiayaan, produk serta fitur pada produk jasa pembiayaan tersebut, berikut berbagai risikonya,” terang dia.

Sebagai perusahaan yang memiliki visi menjadi mitra solusi keuangan terpercaya dan turut berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat, BFI Finance berharap melalui webinar ini mampu mendorong tingkat literasi keuangan.

“Hal ini bertujuan agar pelaku usaha mampu membuat keputusan keuangan dengan lebih tepat guna perencanaan finansial keluarga dan usahanya sehingga produktivitas pun meningkat dan kesejahteraan finansial dapat diraih,” tambah Sutadi.

Praktik P2P Lending Kian Marak

Fintech
Perbesar
Ilustrasi fintech. Dok: sbs.ox.ac.uk

Turut hadir pada saat acara adalah CEO dari Pinjam Modal, financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending, Herman Handoko. Herman menyampaikan ragam produk jasa keuangan melalui fintech.

Praktik P2P lending sangat marak di masyarakat saat ini karena kemudahan proses dan prosedurnya. Namun demikian, masyarakat harus mengetahui mana P2P lending yang legaldan tidak, apa manfaat dan keuntungan menjadi konsumennya, serta dampak apa yang mengiringinya.

“Pinjam Modal memberikan beberapa fasilitas keuangan, salah satunya adalah modal usaha untuk online UMKM, yakni sebuah fasilitas dana produktif untuk mendukung para pelaku UMKM Indonesia. Lewat layanan Pinjam Modal, data-data konsumen serta transaksi dilengkapi sistem keamanan sesuai standar ISO 27001. Syarat pengajuan dari konsumen sangat mudah yaitu cukup KTP dan memiliki toko online. Selain itu, setiap pengajuan pinjaman akan diproses cepat, hanya butuh beberapa detik, karena kami berfokus pada kepuasan konsumen dan pemenuhan kebutuhan pelaku usaha sesegera mungkin,” ujar Herman.

Pinjam Modal yang dikelola oleh PT Finansial Integrasi Teknologi merupakan anak perusahaan BFI Finance. Pinjam Modal terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta telah berizin OJK per 19 Mei 2020.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓