Indonesia Lobi Arab Saudi Kucurkan Investasi ke BSI

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2021, 10:15 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 10:15 WIB
FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Pekerja beraktivitas di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Pada 27 Januari 2021, BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan secara virtual dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih di Jakarta pada Rabu, 16 Juni 2021. Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas kerja sama investasi dan ekonomi kedua negara.

"Saya sangat senang pertemuan ini dapat terlaksana. Semoga kesempatan ini jadi langkah awal yang baik untuk kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di berbagai bidang ke depannya," kata Luhut dalam pertemuan tersebut, Jakarta, Kamis (17/6).

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menawarkan Arab Saudi untuk berinvestasi dalam Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain itu, Indonesia juga menyampaikan keinginan untuk membangun Indonesia Housing atau Rumah Indonesia di Mekah. Bangunan tersebut dapat menjadi persinggahan bagi jemaah Umroh dan Haji sekaligus dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk asal Indonesia.

Menanggapi itu, Khalid Al-Falih menyampaikan ketertarikannya dan akan menugaskan timnya untuk membahas detail rencana investasi di BSI lebih lanjut.

Pun dengan pembangunan Rumah Indonesia. Bahkan dia langsung menawarkan beberapa calon lokasi yang dapat digunakan. Proyek tersebut nantinya akan dipimpin oleh PT Pembangunan Perumahan.

Khalid Al-Falih juga mengaku sangat terkesan dengan potensi investasi yang dipresentasikan. Dia berjanji akan berkomunikasi dengan PIF dan akan mengatur pertemuan lebih lanjut antara INA dan PIF.

Selain itu, baik Indonesia maupun Arab Saudi memiliki perhatian yang sama mengenai isu perubahan iklim. Pemerintah Arab Saudi menyampaikan mendukung Indonesia untuk mengangkat isu perubahan iklim dalam KTT G20 yang akan dilaksanakan di Indonesia tahun depan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penanaman 10 Miliar Pohon

[Fimela] Investasi
Perbesar
Ilustrasi investasi | unsplash.com/@precondo

Menteri Al-Falih menyampaikan Pemerintah Arab Saudi saat ini memiliki program penanaman 10 miliar pohon di Arab Saudi dalam rangka rehabilitasi vegetasi alami.

Indonesia sebagai negara yang memiliki perhatian khusus terkait isu perubahan iklim pun menyampaikan tertarik untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, Arab Saudi memang tengah gencar mengembangkan sumber energi terbarukan di beberapa negara seperti Uzbekistan.

Fokus Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan energi hijau membuat kerangka kerja mengenai kerja sama di bidang ini akan ditindaklanjuti melalui pertemuan di tingkat teknis antara kedua negara dalam waktu dekat.

Diakhir pertemuan kedua negara sepakat untuk membentuk satuan tugas atau task force untuk membahas berbagai peluang investasi yang ada. Keduanya sepakat akan kembali melakukan pertemuan pada tanggal 24 Juni 2021.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓