5 Strategi Pertamina Menuju Transisi Energi

Oleh Andina Librianty pada 16 Jun 2021, 15:30 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 15:30 WIB
Keren, Video Raksasa Asian Games 2018 Hiasi Gedung Pertamina
Perbesar
Maskot Asian Games 2018, Atung terpampang di video mapping atau layar bergerak di Gedung Utama Pertamina, Jakarta, Kamis (5/7). Paduan warna dan ukuran raksasa diharapkan menjadi ikon yang memancarkan energi bagi masyarakat. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero), Iman Rachman, mengungkapkan bahwa Pertamina memiliki lima ringkasan rencana bisnis dalam memasuki transisi energi global. Strategi ini mencakup percepatan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) hingga menjaga ketahanan energi dalam negeri.

Rencana pertama Pertamina adalah percepatan transisi energi menuju EBT didorong oleh megatren makro, yaitu urbanisasi, globalisasi, demografi, iklim, perilaku konsumen, industri teknologi 4.0, serta meluasnya permintaan akan carbon credit dan ESG.

Selanjutnya, Iman mengatakan bahwa Pertamina selaras menjadi bagian dari strategi besar energi nasional.

"Kedua, Pertamina telah menjadi bagian dari strategi besar energi nasional, mengakomodir energi transisional melalui penerapan 21 inisiatif strategis yang akan dilaksanakan pada periode 2020-2024 dengan kebutuhan capex sebesar USD 92 miliar untuk mencapai target nilai perusahaan sebesar USD 100 miliar pada tahun 2024," ungkap Iman dikutip dari keterangannya pada Rabu (16/6/201).

Ketiga, kebutuhan energi Indonesia diproyeksikan tumbuh 2,1 persen per tahun hingga 2024. Bauran permintaan energi Indonesia masih bertumpu pada energi fosil tetapi ada peningkatan proporsi EBT.

"Tak bisa dipungkiri bahwa Pertamina merupakan pemasok utama energi dalam negeri, yaitu 71 persen dari kebutuhan energi nasional," katanya.

 

Kembangkan Portofolio

Keren, Video Raksasa Asian Games 2018 Hiasi Gedung Pertamina
Perbesar
Maskot Asian Games 2018, Bhin-Bhin terpampang di video mapping atau layar bergerak di Gedung Utama Pertamina, Jakarta, Kamis (5/7). (Liputan6.com/Arya Manggala)

Keempat, Pertamina mengalokasikan sebagian besar investasi untuk energi konvensional dengan alokasi 9 persen untuk EBT.

"Strategi ini selaras dengan belanja capex strategi IOC lainnya di EBT," sambung Iman.

Kelima, mengingat masih adanya peningkatan permintaan konvensional dan EBT, Pertamina telah mengembangkan portofolio energi dengan kelincahan dan fleksibilitas. Selain itu, juga disiplin dalam memastikan pengembalian ekonomi yang wajar, menjaga ketahanan energi dalam negeri, dan memaksimalkan sumber daya dalam negeri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓