PLN Percepatan Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi Kendari–Andoolo–Kasipute

Oleh Athika Rahma pada 15 Jun 2021, 16:55 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 16:57 WIB
Saat Pasukan Elit PLN Bekerja Diantara Ketinggian dan Tegangan Tinggi
Perbesar
Pekerja menyelesaikan pekerjaan jaringan SUTET di Tangerang, Banten, Senin (2/1/2021). Pasukan ini dikenal dengan tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Prsero) tengah melakukan percepatan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Kendari – Andoolo – Kasipute. Jaringan transmisi tersebut akan menghubungkan sistem kelistrikan Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Bombana.

Saluran Udara Tegangan Tinggi ini terbentang sepanjang 264 kilometer sirkuit (kms), jaringan transmisi ini memiliki jumlah menara sebanyak 410 tower.

“Secara keseluruhan progres pekerjaan SUTT 150 kV Kendari – Andoolo – Kasipute ini telah mencapai 82 persen dan Insya Allah jika tidak ada halangan sudah dapat beroperasi pada semester pertama tahun 2022,” jelas General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi, Defiar Anis, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/6/2021).

Dirinya juga memohon doa dan dukungan kepada seluruh stakeholder, baik dari pemerintahan, instansi, dan masyarakat untuk kelancaran pembangungan tersebut.

Menurutnya, dengan adanya pembangunan SUTT 150 kV Kendari – Andoolo – Kasipute ini akan meningkatkan kualitas layanan PLN terhadap pelanggan di Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya Kab. Bombana dan Kab. Konawe Selatan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

CSR

PLN Peduli lakukan transplantasi terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Perbesar
PLN Peduli lakukan transplantasi terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Anis melanjutan, selain membangun SUTT, PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi juga tengah melakukan transplantasi terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

kegiatan ini bekerja sama dengan Langkoe Diving Club Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (LDC-FPIK UHO), bantuan tersebut bernilai Rp 94.250.000,-.

“Mari kita lestarikan terumbu karang. Dengan transplantasi terumbu karang, diharapkan kita turut menjaga ekosistem lingkungan laut yang lebih berkelanjutan serta hasil tangkapan ikan bagi masyarakat dapat juga meningkat,” tutur Anis.

Pada kesempatan tersebut, Pembina LDC-FPIK UHO, Sjamsu Alam menyampaikan rasa terimakasih atas bantuan yang diberikan dalam melestarikan terumbu karang di kawasan KKPD Kabupaten Konawe Selatan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓