Pengembangan Kampung Ikan Penting untuk Kesejahteraan Pedesaan

Oleh Andina Librianty pada 15 Jun 2021, 16:40 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 16:40 WIB
Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional
Perbesar
Pekerja menjemur ikan asin di kawasan Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 21 Mei 2021 mencapai Rp 183,98 triliun atau 26,3 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 699,43 triliun. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menekankan pentingnya pengembangan Kampung Ikan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Hal ini pada akhirnya dinilai akan memberikan dampak baik bagi pembangunan Indonesia.

Fokus pengembangan jenis komoditas tertentu di suatu desa seperti melalui implementasi Kampung Ikan, tidak hanya akan mensejahterakan kawasan tersebut. Melainkan juga dapat mendongkrak kekayaan negara.

"Jadi ketika kita meningkatkan atau menempatkan desa ini sebagai fokus untuk pembangunan khususnya di bidang perikanan, dampaknya akan menjalar. Mulai dari memberikan dampak positif untuk desanya sendiri meliputi masyarakat, pemerintahnya, juga pada akhirnya kepada tingkat yang lebih tinggi sampai akhirnya bisa untuk ekspor. Ini menjadi sumber devisa untuk negara," kata Kepala Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Yayan Hikmayani, dalam acara Bedah Buku, Telaah Akademik "Pengembangan Kampung Ikan dalam Mendukung Kesejahteraan Masyarakat di Pedesaan" pada Selasa (15/6/2021).

Yayan menekankan pentingnya pengembangan desa melalui perikanan. Saat ini terdapat lebih dari 73 ribu desa di Indonesia, sehingga pemerintah melihat pentingnya untuk mengembangkan desa menjadi sejahtera.

Kesejahteraan desa dan masyarakatnya pun dinilai sangat penting dalam pembangunan Indonesia. "Jadi ujung tombak pembangunan Indonesia ini ada di desa. Jadi kenapa penting, karena jumlah desa ini kan luar biasa, begitu banyak dan ini menjadi potensi besar," jelas Yayan.

Kendati demikian, saat ini masih ada dua isu utama dalam pengembangan perikanan di pedesaan yaitu dari sistem produksi dan usaha.

Mengenai konsep Kampung Ikan, kata Yayan, ini berkaitan dengan bagaimana integrasi hulu ke hilir dilakukan, berbasis kawasan dan masyarakat, serta mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.

Terintegrasi hulu hilir itu maksudnya adalah mulai dari pembenihan sampai pembesaran, berapa unit yang harus ada supaya mendukung pembesaran ikan yang dilakukan.

"Berbasis masyarakat artinya kemauannya seperti apa. Mengangkat kearifan lokal ini menjadi penting karena ada nilai-nilai budaya dan cara atau praktik-praktik masyarakat lokal yang dilakukan untuk budidaya, sehingga itu akan memberikan manfaat terhadap keberlanjutan usaha budi daya," jelasnya.

 

Nilai Sosial

Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional
Perbesar
Pekerja menjemur ikan asin di kawasan Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 21 Mei 2021 mencapai Rp 183,98 triliun atau 26,3 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 699,43 triliun. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pengembangan Kampung Ikan ini di masa depan harus berdampak pada peningkatan nilai-nilai sosial. Misalnya dalam arti pengetahuan yang lebih baik, akses pasar dan informasi yang lebih baik, serta menghasilkan nilai ekonomi seperti dapat membuka lapangan pekerjaan lebih luas.

Kemudian juga harus memperhatikan aspek produksi, pemasaran hingga inovasi. Misalnya dari teknologi eksisting kemudian berkembang menjadi inovasi baru. Namun, Yayan menegaskan bahwa inovasi yang ada harus sesuai dengan kondisi pengetahuan masyarakat setempat.

"Karena kalau teknologinya terlalu tinggi, yang terjadi tidak mampu melakukan. Yang namanya teknologi harus murah dan mudah. Murah, kita bicara soal pedesaan, mudah itu bisa dilakukan oleh masyarakat, jadi kalau terlalu rumit itu akan sia-sia," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait