3 Program Terobosan Utama KKP untuk 2021-2024

Oleh Andina Librianty pada 15 Jun 2021, 15:40 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 15:40 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. (Dok KKP)
Perbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. (Dok KKP)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Menteri Sakti Wahyu Trenggono, menginginkan setiap kebijakan yang diambil kementeriannya harus berdasarkan pada suatu kajian mendalam. Hal ini yang nantinya akan menjadi landasan dari berbagai kebijakan turunan dari tiga program terobosan utama KKP untuk 2021 hingga 2024.

"Kami dari badan riset dan SDM punya tugas karena pak menteri bilang bahwa setiap kebijakan harus berdasarkan pada suatu kajian, jadi istilahnya science by policy. Maka kami punya tugas membuat suatu landasan-landasan pemikiran secara saintifik, apakah kebijakan-kebijakan turunan dari tiga program terobosan tadi didukung oleh kajian-kajian mendalam," jelas Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja, dalam konferensi pers pada Selasa (15/6/2021).

Tiga program terobosan utama yang dimaksud yaitu pertama, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor perikanan tangkap. Hal ini pada akhirnya didorong sebagai bagian dari kesejahteraan masyarakat nelayan dan pesisir.

Kedua, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor perikanan melalui penguatan komunitas-komunitas unggulan berorientasi pada ekspor yang merupakan hasil dari riset.

"Yang kita dorong untuk ekspor termasuk udang, lobster, rumput laut, nila dan lainnya," tutur Sjarief.

Program ketiga adalah mengembangkan kampung-kampung budidaya yang berbasis kearifan lokal. Untuk hal ini, KKP fokus pembangunan ketahanan pangan untuk keluarga.

"Jadi dengan memanfaatkan komunitas-komunitas di sekitarnya, maka kita angkat sektor perikanan ini untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga," lanjut Sjarief.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kajian

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono ketika berkunjung ke Bungus Teluk Kabung. (Liputan6.com/ Novia Harlina)
Perbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono ketika berkunjung ke Bungus Teluk Kabung. (Liputan6.com/ Novia Harlina)

BRSDM KKP pun sudah menyiapkan delapan buku berisi berbagai kajian mendalam untuk mendukung ketiga program terobosan tersebut. Salah satunya berjudul "Model Pengembangan Kampung Ikan dalam Mendukung Kesejahteraan Masyarakat di Pedesaan."

"Kami akhirnya bisa menyampaikan apa yang menjadi landasan pemikiran kita untuk mendukung program terobosan pak menteri. Saya harap, pada saatnya nanti masyarakat memiliki public awareness yang baik bahwa sektor kelautan dan perikanan ini tidak hanya menangkap kapal pencuri ikan, tapi ada hal lain yang dibangun," ungkap Sjarief.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓