Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD 2,36 Miliar pada Mei 2021

Oleh Athika Rahma pada 15 Jun 2021, 11:40 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 11:40 WIB
Neraca Ekspor Perdagangan di April Melemah
Perbesar
Aktifitas kapal ekspor inpor di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 1,24 miliar . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 2,36 miliar pada Mei 2021.

"Neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 ini kembali surplus USD 2,36 miliar dan ini lebih tinggi dari bulan April lalu. Jika kita lihat tren, Mei ini yang tertinggi selama 2021," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam sesi telekonferensi, Selasa (15/6/2021).

Menurut catatan BPS, neraca perdagangan yang surplus tersebut ditopang oleh angka ekspor yang tercatat mengalami penurunan secara bulanan menjadi USD 16,6 miliar pada Mei 2021 dari USD 18,49 miliar pada April 2021.

Sementara secara tahunan, ekspor mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 58,76 persen.

"Hal ini ditopang oleh kenaikan ekspor migas sebesar 66,99 persen dan non migas sebesar 58,3 persen," ujarnya.

Sementara dari sisi impor, Indonesia melakukan impor sebesar USD 14,23 miliar per Mei 2021, turun 12,16 persen dibandingkan bulan April 2021.

"Hal itu terjadi karena adanya penurunan impor non migas 14,16 persen, kendati impor migas masih naik 1,9 persen," jelasnya.

Sementara secara tahunan, impor tumbuh siignifikan sebesar 66,68 persen. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan impor migas hingga 213,6 persen dan impor non migas 56,4 persen.

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD 2,19 Miliar pada April 2021

Neraca Perdagangan Indonesia Meningkat
Perbesar
Sebuah kapal melintas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (11/1/2021). Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia (BI), meningkat dari capaian pada periode yang sama 2019 yang mengalami defisit 3,51 miliar dolar AS. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sebelumnya, Indonesia surplus USD 2,19 miliar pada April 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia masih melanjutkan tren surplus neraca perdagangan pada April 2021.
 
Angka tersebut lebih tinggi dari surplus neraca perdagangan per Maret 2021 yang sebesar USD 1,57 miliar.
 
"Surplus kita pada April 2031 sebesar USD 2,19 miliar. Bukan menipis, tapi lebih kuat dari bulan lalu," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam sesi teleconference, Kamis (20/5/2021).
 
Suhariyanto mengatakan, surplus neraca perdagangan April 2021 jadi yang tertinggi sejak Januari 2021, bahkan dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
 
"Dengan surplus April 2021 ini neraca perdagangan Indonesia surplus 12 bulan berturut turut sejak Mei 2020," ujar dia.
 
Menurut catatan BPS, surplus neraca perdagangan tersebut ditopang oleh angka ekspor secara bulanan yang baik 0,96 persen dari Maret 2021, dan sebesar 51,94 persen secara tahunan.
 
"Secara month to month, ekspor naik 0,96 persen. Ini didukung ekspor migas 5,34 persen, dan ditelisik lebih dalam minyak mentah ekspor naik baik dari sisi podium maupun sisi nilai," jelas Suhariyanto.
 
Sementara dari sisi impor, jumlahnya turun 2,98 persen secara month to month dari Maret 2021 menjadi sebesar USD 16,29 miliar. Meskipun secara tahunan angka tersebut masih naik 29,93 persen.
 
"Ini terjadi karena adanya penurunan impor barang migas yang minus 11,22 persen, dan non-migas minus 1,69 persen," tukas Suhariyanto.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓