Apa Itu Kilang Minyak? Definisi dan Fungsi

Oleh Tira Santia pada 13 Jun 2021, 10:05 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 10:05 WIB
Upaya Memadamkan Api di Kilang Minyak Balongan
Perbesar
Suasana kilang yang sudah mulai padam pada insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu, Rabu (31/3). Pertamina RU VI dan Unit RU yang ada di Indonesia bersama Damkar Cirebon berupaya memadamkan. (Dok. Humas Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa kebakaran kilang minyak kembali terjadi. Kali ini di area kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah. Satu tanki yang berisi benzene mengalami kebakaran. Kebakaran tersebut terjadi pada Jumat 11 Juni 2021 pukul 19.45 WIB.

Sebelumnya pada 29 Maret 2021 juga terjadi peristiwa kebakaran serupa di kilang minyak Pertamina RU VI Balongan (Indramayu) yang terjadi pukul 00.45 WIB.

Lantas apa itu kilang minyak?

Dilansir dari Energy Information Administration (EIA), Minggu (13/6/2021), kilang minyak merupakan fasilitas untuk mengolah atau memurnikan minyak mentah (crude oil) menjadi berbagai macam produk yang digunakan orang setiap hari seperti minyak tanah, bensin, solar, avtur, dan lain-lain.

Sebagian besar kilang berfokus pada produksi bahan bakar transportasi. Jumlah produksi kilang yang dihasilkan bervariasi dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun karena kilang menyesuaikan produksi untuk memenuhi permintaan pasar dan untuk memaksimalkan keuntungan.

Kilang minyak disebut sebagai industri padat karya, lantaran sebuah kilang beroperasi selama 24 jam sehari atau 365 hari dalam setahun, sehingga mengharuskan para karyawan yang bekerja di kilang minyak harus bekerja ekstra tanpa libur.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3 Proses Pengilangan Minyak

RU IV Cilacap, Kilang BBM Terbesar di Indonesia Milik Pertamina
Perbesar
Perahu kayu membawa muatan melintas di dekat kilang minyak Pertamina Refenery Unit IV Cilacap, Rabu (7/2). RU IV Cilacap menjadi kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia. (Liputan6.com/JohanTallo)

EIA menjelaskan, terdapat 3 proses pengilangan minyak diantaranya separasi, konversi, dan treatment.

1. Separasi

Tahap separasi merupakan proses minyak mentah yang menggunakan metode distilasi yang dimasukkan dan dipanaskan menggunakan suhu ekstrim di Menara destilasi. Dari proses tersebut, terbentuklah beberapa bagian kecil yang sesuai dengan titik didihnya.

Kemudian bagian kecil dengan titik paling ringan akan menguap dan naik ke puncak Menara distilasi, yang nantinya akan mengembun kembali menjadi cairan.

Adapun hasil dari proses separasi ini berupa solar, minyak tanah, bensin, avtur, lilin, pelumas (oli), malam, parafin, dan aspal. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Konversi

Tahap lanjutan setelah proses distilasi adalah tahap konversi. Dalam tahap ini, dari titik didih sedang hingga tinggi diproses lebih lanjut untuk dijadikan produk lebih ringan serta bernilai lebih tinggi.

Metode yang paling digunakan dalam tahap konversi ini adalah cracking, yakni menggunakan panas, tekanan, katalis, hingga hydrogen untuk memecahkan molekul hidrokarbon berat menjadi molekul yang lebih ringan. Misalnya, cracking terjadi pada minyak tanah atau minyak solar yang diubah menjadi bensin.

Selanjutnya ada juga metode konversi berupa reforming. Reforming bertujuan untuk mengubah bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik menjadi bensin yang bermutu lebih baik. Serta ada juga metode konversi lain yaitu alkilasi.

Alkilasi berguna untuk menambah jumlah atom dalam suatu molekul menjadi molekul yang lebih panjang dan bercabang. Tujuan alkilasi untuk memperoleh produk alkilat dengan angka oktan tinggi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Treatment

Proses treatment ini merupakan proses sentuhan terakhir dalam pengilangan minyak. Kemudian, dalam proses ini bertujuan untuk memurnikan bahan bakar minyak yang telah jadi dengan cara menghilangkan bahan pengotornya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓