Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian pada Jumat 11 Juni 2021

Oleh Liputan6.com pada 11 Jun 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 09:00 WIB
Harga Beli Emas Antam Naik
Perbesar
Petugas menata emas batangan di Galeri 24 Pegadaian Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 12.000 menjadi Rp 893 ribu per gram pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) ikutan menawarkan jual beli emas selain jasa gadai. Harga emas di BUMN ini berubah mengikuti gerak pasar setiap harinya.

Ada beberapa jenis emas yang dijual oleh Pegadaian. Terdapat emas Antam dan emas Retro. Selain itu juga terdapat emas Batik dan emas UBS. Semua jenis emas ini hanya tersedia di outlet Pegadaian.

Setiap harinya harga emas yang dijual terus berubah. Pada, Jumat 11 Juni 2021, harga beberapa jenis produk emas di Pegadaian terpantau turun.

Berikut ini daftar lengkap dan terbaru harga emas PT Pegadaian (Persero) pada Jumat 11 Juni 2021:

Harga Emas Antam

- 0, 5 gram = Rp 551.000

- 1 gram = Rp 997.000

- 2 gram = Rp 1.930.000

- 3 gram = Rp 2.867.000

- 5 gram = Rp 4.744.000

- 10 gram = Rp 9.429.000

- 25 gram = Rp 23.441.000

- 50 gram = Rp 46.798.000

- 100 gram = Rp 93.514.000

- 250 gram = Rp 233.507.000

- 500 gram = Rp 466.794.000

- 1000 gram = Rp 933.546.000

 

Harga Emas Antam Retro

- 0, 5 gram = Rp 517.000

- 1 gram = Rp 968.000

- 2 gram = Rp 1.916.000

- 3 gram = Rp 2.846.000

- 5 gram = Rp 4.729.000

- 10 gram = Rp 9.399.000

- 25 gram = Rp 23.361.000

- 50 gram = Rp 46.638.000

- 100 gram = Rp 93.191.000

 

Harga Emas Antam Batik

- 0,5 gram = Rp 624.000

- 1,0 gram = Rp 1.153.000

- 8,0 gram = Rp 8.717.000

 

Harga Emas UBS

- 0,5 gram = Rp 516.000

- 1 gram = Rp 966.000

- 2 gram = Rp 1.916.000

- 5 gram = Rp 4.734.000

- 10 gram = Rp 9.416.000

- 25 gram = Rp 23.495.000

- 50 gram = Rp 46.890.000

- 100 gram = Rp 93.744.000

- 250 gram = Rp 234.288.000

- 500 gram = Rp 468.024.000

- 1000 gram = Rp 935.036.000

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Harga Emas Melonjak Usai Pengumuman Data Inflasi AS

20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY5
Perbesar
Sedangkan harga buyback emas atau pembelian kembali, naik Rp 1.000 menjadi Rp 525 ribu per gram, Jakarta, Senin (10/10). Itu artinya jika anda menjual emas, maka Antam akan membayar Rp 525 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, harga emas naik pada penutupan perdagangan hari Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta), setelah data inflasi AS menunjukkan angka yang lebih tinggi dari harapan.

Data tersebut meredakan kekhawatiran bahwa Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) akan mengurangi dukungan stimulus moneter.

Mengutip CNBC, Jumat (11/6/2021), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.893,75 per ounce pada pukul 13.43 EDT, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 4 Juni di USD 1.869,46 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS menetap di USD 1.896,40 per ounce.

Data menunjukkan harga konsumen AS meningkat lebih pada Mei karena pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dari pandemi mendorong permintaan domestik. Klaim pengangguran mingguan juga turun ke level terendah dalam hampir 15 bulan.

"Dari data inflasi ini pelaku pasar sangat percaya bahwa Federal Reserve AS tidak akan mengubah sikap dalam waktu dekat dengan tetap mengandalkan kebijakan akomodatif. Dengan begitu kesempatan emas tetap ada," kata analis senior OANDA, Edward Moya.

"Beberapa sentimen yang menekan harga emas memang masih ada, tetapi pada akhirnya ketakutan soal inflasi sudah mereda yang dapat memicu pengetatan kebijakan Fed," tambah Moya.

Investor juga memperhatikan janji Bank Sentral Eropa untuk mempertahankan aliran stimulus yang stabil selama musim panas.

“Kami memperkirakan harga emas akan bergerak lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang, dan ekspektasi inflasi akan tetap menjadi titik fokus,” kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

"Selera investor baru-baru ini telah lebih dari mengimbangi permintaan emas fisik yang lemah, terutama dari India dan Cina," tambah dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya