Pelabuhan dan Bandara Terintegrasi, Pengiriman Logistik Kini Lebih Cepat

Oleh Tira Santia pada 10 Jun 2021, 14:14 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 14:20 WIB
Menhub, Budi Karya Sumadi
Perbesar
Menhub, Budi Karya Sumadi (tengah) saat meninjau Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, Rabu (24/4). Progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta hampir 100 persen, sementara progres pembangunan keseluruhannya termasuk domestik mencapai 47 persen. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka meningkatkan program tol laut, Kementerian Perhubungan melakukan integrasi jalur transportasi di sejumlah pelabuhan. Hal ini dilakukan agar akses dari pelabuhan menuju bandara atau jalur darat lainnya lebih mudah untuk pendistribusian logistik.

"Saat ini Kementerian Perhubungan melakukan terbosan. Muatan tol laut disambungkan dengan sisi darat menuju bandara," kata Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Integrasi pelabuhan dan bandara dilakukan Kementerian Perhubungan di Papua dan Papua Barat. Cara ini dilakukan agar distribusi logistik keutuhan pokok untuk masyarakat di pegunungan bisa lebih cepat diterima. Sebab logistik dari pelabuhan langsung menggunakan angkutan udara menuju daerah-daerah pegunungan.

"Jadi logistik di Papua disalurkan dengan jembatan udara untuk masya pegunungan. Jadi masyarakat di sana bisa pesan langsung dari Surabaya dan bisa diterima di daerah pegunungan dengan cepat," kata dia.

Sehingga pada akhirnya barang kebutuhan pokok tidak mengalami perbandingan harga yang tinggi antara di wilayah barat dan wilayah timur Indonesia. "Diharapkan barang ini tidak terpaut jauh dengan harga yang ada di Surabaya," kata dia.

Di sisi lain, Budi Karya ingin para kepala daerah bisa mengirimkan komoditas unggulan wilayahnya lewat angkutan logitik tersebut. Apalagi saat ini pengirimn logistik ke Papua dan Papua Barat telah jumlahnya 21 kontainer. terdiri dari 20 kontainer berisi beras dan 1 kontainer berisi kecap. Setelah itu 11 kontainer membawa logistik ke Merauke.

"Ini menunjukkan tol laut jadi capaian yang luar biasa bagi beroperasinya pelabuhan baru di Jaya Pura," kata Menhub.

Anisyah Al Faqir

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menhub Minta Pemda Maksimalkan Tol Laut untuk Dorong Ekonomi Daerah 3T

Salah satu program Pemerintah untuk menjamin keberlangsungan logistik di tengah masa pandemi Covid-19 adalah dengan mengoptimalkan program Tol Laut. (DOk Kemenhub)
Perbesar
Salah satu program Pemerintah untuk menjamin keberlangsungan logistik di tengah masa pandemi Covid-19 adalah dengan mengoptimalkan program Tol Laut. (DOk Kemenhub)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, muatan kapal di program tol laut terus naik. Namun jumlah yang ada sekarang masih bisa terus dimaksimalkan untuk masing-masing trayek.

"Jumlah muatan kapal program tol laut mengalami peningkatan. Kita berbahagia dengan ini," kata Budi dalam dalam Webinar Optimalkan Angkutan Barang dengan Tol Laut, Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Bahkan saat ini pemerintah telah menambah trayek tol laut menjadi 30 trayek. Budi berharap tambahan trayek ini bisa diikuti dengan volume muatan yang meningkat. Sehingga subsidi yang diberikan pemerintah dalam program ini menjadi lebih bermanfaat.

"Jumlah angkutan perlu dioptimalkan masing-masing trayek, agar subsidi yang diberikan lebih bermanfaat," kata dia.

Untuk itu dia berharap semua pihak bisa terlibat dalam menyiapkan muatan balik dari daerah terdepan, terpencil, tertinggal dan perbatasan (3TP). Budi meminta pemerintah darah bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan muatan balik kapal.

Tujuannya agar kapal yang datang dari Surabaya dan Jakarta tidak kembali dalam keadaan kosong dari pelabuhan tujuan. Sehingga muatan yang berangkat dari daerah bisa menjadi penyeimbang sistem pembiayaan logistik. Lebih jauh, cara ini juga bertujuan untuk mendorong geliat perekonomian di daerah 3TP.

"Muatan balik diharapka menjadi stimulus dan jadi penyeimbang sistem pembiayaan logistik (di sisi lain) untuk mendorong geliat perekonomian di daerah 3TP," kata dia.

Misalnya, kata Budi, mengirimkan produk unggulan dari daerahnya untuk dijual ke daerah lain. Sehingga kesejahteraan masya sia meningkat. Hal ini telah dibuktikan dengan adanya optimalisasi muatan kapal dalam program tol laut. Salah satu daerah yang berhasil yakni Kabupaten Morotai yang telah mampu memanfaatkan tol laut sebagai pendongkrak perekonomian daerah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓