Pemerintah Pastikan Proyek 5 Destinasi Super Prioritas Tetap Lanjut

Oleh Liputan6.com pada 09 Jun 2021, 20:15 WIB
Diperbarui 09 Jun 2021, 20:15 WIB
Ilustrasi Keindahan Alam Indonesia
Perbesar
Keindahan Pulau Padar, Labuan Bajo. (Bola.com/Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memastikan pembangunan proyek infrastruktur di lima Destinasi Super Prioritas (DSP) terus berlanjut dan berjalan baik di tengah pandemi Covid-19. Hal ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Sesuai dengan arahan Presiden kita pak Jokowi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur untuk di lima destinasi super prioritas seperti Borobudur Likupa, Labuan Bajo, Toba, dan Mandalika berjalan baik," terangnya dalam acara Dialog Produktif bertajuk Jalan Aman, Nyaman, Rabu (9/6).

Dia mengungkapkan, di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 keberlangsungan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di lima DSP harus tetap dilakukan.

Tujuannya agar memastikan kesiapan sejumlah infrastruktur dalam menyambut kunjungan wisatawan seiring terkendalinya penularan virus Covid-19 di sejumlah wilayah.

"Seperti di kampung saya yaitu Toba, sekarang hanya membutuhkan jarak tempuh 3 sampai 4 jam. Padahal dulunya itu 7 sampai 8 jam. Ini salah satu bukti nyata, saya merasakan langsung infrastruktur membuat kita nyaman," terangnya.

Meski begitu, dia meminta, pelaku usaha dan wisatawan untuk kooperatif menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin di seluruh area destinasi wisata. Dengan demikian, risiko penularan virus jenis baru corona tersebut bisa ditekan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pembangunan Lima Destinasi Wisata Super Prioritas Jadi Fokus Kemenparekraf

Wisata NTT
Perbesar
Bukit Sylvia di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Liputan6.com/Asnida Riani)

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa pembangunan dan pengembangan lima Destinasi Super Prioritas (DSP) akan menjadi target utama program Kemenparekraf pada 2021. Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerjanya ke Bali.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga berjanji dapat bekerja cepat dan melakukan konsolidasi secara internal maupun eksternal dalam berjuang mengatasi dampak dari pandemi Covid-19 pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kita harus bergerak cepat, teamwork harus betul-betul diperkuat untuk dapat mengatasi pandemi sekaligus upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga dikutip dari laman resminya Kemenparekraf, Senin (28/12).

Dia mengaku secara khusus diminta oleh Menko Luhut agar pembangunan lima Destinasi Super Prioritas dapat segera disiapkan dan dilengkapi. Untuk itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait guna memastikan penyiapan berbagai infrastruktur.

Seperti dengan Kementerian PUPR terkait infrastruktur, Kementerian Perhubungan terkait kesiapan bandara maupun interkoneksi ke destinasi tujuan wisata, juga dengan Kementerian ESDM untuk dukungan jaringan listrik, dan lainnya.

"Saya diminta langsung untuk melakukan koordinasi, karena penyiapan infrastruktur serta sarana dan prasarana penunjang lainnya harus dipastikan tereksekusi dengan baik," ujarnya.

 

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓