Produksi Minyak Blok Cepu Capai 475 Juta Barel

Oleh Andina Librianty pada 09 Jun 2021, 14:15 WIB
Diperbarui 09 Jun 2021, 14:15 WIB
PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melakukan pemancangan Perdana EPC Gas Processing Facisilty (GPF) proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran - Tiung Biru (JTB). Dok Pertamina EP
Perbesar
PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melakukan pemancangan Perdana EPC Gas Processing Facisilty (GPF) proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran - Tiung Biru (JTB). Dok Pertamina EP

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah kontrak minyak dan gas bumi di Jawa Tengah dan Timur, Blok Cepu, mencatatkan total produksi kumulatif lebih dari 475 juta barel minyak. Ini lebih tinggi dari perkiraan keseluruhan volume cadangan minyak terproduksikan saat rencana awal Plan of Development (PoD) sebesar 450 juta barel.

Capaian baru ini ditandai dengan pengapalan ke-700 minyak mentah Blok Cepu sebanyak satu juta barel ke PT Pertamina (Persero). Ini terdiri dari 850 ribu barel bagian pemerintah dan 150 ribu barel lainnya bagian dari Badan Kerja Sama Participating Interest (BKS PI) Blok Cepu.

Minyak mentah yang di-lifting tersebut merupakan hasil produksi dari Blok Cepu, Bojonegoro, yang dialirkan melalui pipa sepanjang 95 kilometer ke Palang, Tuban, kemudian ditampung di FSO Gagak Rimang di lepas pantai Tuban, Jawa Timur.

Minyak kemudian dikirim ke kapal VLCC Success Enterprise milik Pertamina, yang selanjutnya diangkut ke STS Tuban untuk diolah di kilang Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyambut baik pencapaian ini dan mengapresiasi kemampuan teknis dalam produksi minyak Blok Cepu.

"Ini pencapaian yang terselesaikan, dimulai dari pencadangan yang hanya 450 juta barel sampai bisa mengidentifikasi cadangan hingga 940 juta barrel. Ini produksi dimulai dari tahun 2015 dari dengan produksi 165 ribu barel kemudian sekarang bisa mencapai lebih dari 220.00 bopd (barel per hari). Suatu pencapaian yang luar biasa," tutur Arifin dalam konferensi pers pada Rabu (9/6/2021).

Ia berharap kemampuan tersebut bisa terus dikembangkan untuk mengoptimalkan produksi migas di Indonesia. Terutama saat ini kebutuhan migas di Indonesia terus bertambah dengan asumsi produksi yang menurun, terutama di sektor minyak mentah. Oleh sebab itu, katanya, upaya-upaya pengoptimalan sumber daya yang ada harus terus ditingkatkan.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cadangan Meningkat

Tim Penanganan Keadaan Darurat PT Pertamina EP Cepu Field langsung melakukan upaya stabilisasi seluruh fasilitas di CPP Gundih. Dok PEP
Perbesar
Tim Penanganan Keadaan Darurat PT Pertamina EP Cepu Field langsung melakukan upaya stabilisasi seluruh fasilitas di CPP Gundih. Dok PEP

Berdasarkan penilaian teknis, cadangan minyak Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 940 juta barel minyak dari 450 juta barel saat final investment decision (FID). Meski demikian, seperti halnya karakteristik reservoir yang berlaku umum di seluruh dunia, tingkat produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip itu kini sudah mulai menurun secara alamiah.

"Kami juga berharap bahwa upaya-upaya untuk mengoptimalkan sumber-sumber Blok Cepu yang tadi disampaikan mengalami penurunan untuk bisa dioptimalkan. Kemudian, potensi-potensi yang ada segera bisa dikembangkan sehingga kemudian bisa dijadikan cadangan untuk bisa dilakukan proses produksinya," ungkap Arifin.

Ditambahkan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, pencapaian produksi Blok Cepu ini membuktikan kemampuan tim karena berhasil melampaui perkiraan.

"Tantangan saat ini bagaimana kita bisa menahan yang sekarang sudah ada, kita perpanjang dan melakukan pengembangan-pengembangan lain. Sehingga pencapaian di Banyu Urip yang hari ini merupakan produksi terbesar di Indonesia dengan 30 persen dari produksi nasional, bisa terus kita pertahankan," ungkapnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya