Sektor Perhubungan Darat Peroleh Anggaran Rp 5,3 Triliun di 2022, untuk Apa?

Oleh Tira Santia pada 08 Jun 2021, 13:10 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 13:10 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi.
Perbesar
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi.

Liputan6.com, Jakarta Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan bahwa pagu indikatif anggaran 2022 untuk Perhubungan Darat hanya sebesar Rp 5,34 triliun.

“Berkaitan dengan Pagu indikatif Tahun Anggaran 2022. Dapat kami laporkan untuk total program penyelenggaraan dan pengelolaan transportasi darat ada sebesar Rp 5,34 triliun dari pagu kebutuhan hasil pembahasan terpadu tingkat hubungan sebesar Rp 13,8 triliun,” kata Budi Setiyadi dalam RDP dengan Komisi V DPR RI, Selasa (8/6/2021).

Adapun rincian pagu indikatif tahun 2022 Perhubungan Darat berdasarkan jenis belanja, yaitu belanja pegawai sebesar Rp 529 miliar,  belanja barang Rp 2,5 triliun dan belanja modal sebesar Rp 2,2 triliun.

Budi menjelaskan, penyusunan pagu indikatif Perhubungan Darat ini telah diselaraskan dengan kerja pemerintah 2022 sebagaimana Peraturan Menteri PPN Kepala Bappenas Nomor 2 tahun 2021 tentang pencanangan rencana kerja pemerintah Tahun 2022 yang bertemakan pemulihan ekonomi dan Reformasi struktural.

Dimana fokus Kementerian Perhubungan dalam rencana kerja pemerintah 2022 terdapat pada pembangunan bagi industri pariwisata, ketahanan pangan dan juga infrastruktur.

Implementasi rencana kerja pemerintah dalam penyusunan Pagu indikatif Tahun 2022 dilakukan melalui penekanan terhadap agenda pembangunan tertentu yang relevan terhadap situasi yang dihadapi berdasarkan program dan ketersediaan anggaran.

Dari rencana tersebut maka peran Perhubungan Darat pada Prioritas Nasional terbagi menjadi 3 program prioritas (PP), pertama infrastruktur pelayanan dasar terkait dengan infrastruktur melalui kegiatan pengadaan dan pemasangan perlengkapan Jalan, Pembangunan ATCS, dan pekan nasional Keselamatan jalan.

Kedua, Infrastruktur ekonomi yang terdiri dari pembangunan pelabuhan sungai danau, pembangunan terminal barang internasional, pembangunan kapal penyeberangan Perintis, subsidi angkutan penyeberangan, pembangunan Terminal tipe A, rehabilitasi pelabuhan ASDP.

“Kemudian (ketiga), infrastruktur perkotaan mulai pembangunan kegiatan revitalisasi Terminal tipe A, subsidi angkutan umum, pembangunan UPPKB,” ujarnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Konektivitas Transportasi Darat

Dirjen Hubdat Umumkan Penyesuaian Biaya Jasa Ojek Online
Perbesar
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi saat menggelar konferensi pers pada Selasa (10/3) di Kementerian Perhubungan.

Lanjut Budi menjelaskan, dalam penyusunan Pagu indikatif Tahun Anggaran 2022 yang selanjutnya dibagi per kegiatan dalam redesign sistem perencanaan dan penganggaran diantaranya infrastruktur konektivitas transportasi darat sebesar Rp 2 triliun.

Selanjutnya, pelayanan transportasi darat Rp 1 triliun, keselamatan dan keamanan transportasi darat sebesar Rp 774 miliar, penunjang teknik transportasi darat Rp 490 miliar dan dukungan manajemen sebesar Rp 958 miliar.

“Penyusunan kegiatan dalam Pagu indikatif sebagaimana tersebut diatas kami laksanakan melalui beberapa kegiatan dan pertimbangan antara lain berdasarkan prioritas keselarasan dalam Instruksi Presiden RPJMN, melanjutkan kegiatan yang tertunda atau Carry over dari refocusing tahun 2021,” pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓