28 UMKM Telah Melantai di Bursa, Nilai Penawaran Capai Rp 1 Triliun

Oleh Liputan6.com pada 08 Jun 2021, 12:20 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 12:20 WIB
IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8, Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto mengungkapkan, jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah melantai di bursa pada medio 2018 hingga 2021 mencapai 28 perusahaan. Adapun jumlah penawaran dari aksi korporasi initial public offering (IPO) ini mencapai Rp 1 triliun.

"Sedangkan pada 2021 sampai Mei terdapat 1 UMKM go public dengan jumlah penawaran Rp 33,75 miliar," ungkapnya dalam Webinar bertajuk Securities Crowdfunding Sebagai Alternatif Pendanaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (8/6/2021).

Keputusan UMKM untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri akan menciptakan berbagai keuntungan bagi perusahaan. 

"Antara lain menciptakan kemandirian pendanaan perusahaan, mempercepat penerapan good corporate governance, serta mendapatkan mitra strategis yang dapat meningkatkan nilai perusahaan," serunya.

Maka dari itu, OJK berkomitmen untuk mendorong sebanyak mungkin UMKM untuk melantai di BEI. Dengan begitu, diharapkan UMKM domestik bisa meraih peluang besar untuk meningkatkan pendapatan usaha maupun memperluas akses pemasaran.

"Sehingga, ini (go public) diharapkan dapat terus dikembangkan terutama di Provinsi Bali, Nusa Tenggara dan pada umumnya kami harapkan di Indonesia bagian timur lainnya yang mencakup Sulampua," tekannya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemerintah Siap Bantu Tambahan Modal Kerja Bagi UMKM Berorientasi Ekspor

Pemerintah Targetkan 10 Juta UMKM Go Digital
Perbesar
Pemilik showroom dan bengkel Gitar "music666", Ridwan dan Rudi mendemonstrasikan gitar yang akan dijual secara daring di Ciledug, Tangerang, Rabu (22/7/2020). Pemerintah menargetkan 10 juta usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada tahun ini terhubung dengan platform digital (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Jumat (4/6), mengunjungi dua lokasi usaha di Jawa Barat yang tetap dapat bertahan di masa pandemi.

Para pelaku usaha pun menyampaikan berbagai aspirasi sebagai upaya untuk mendorong industri kecil menengah (IKM) untuk terus berkembang di pasar lokal maupun global.

Dalam kunjungan tersebut, lokasi pertama yang dikunjungi Airlangga bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang adalah PT. Santosa Kurnia Jaya yang merupakan perusahaan skala menengah yang bergerak di bidang industri tekstil dan manufaktur.

Usaha yang didirikan oleh Dudi Gumilar ini memiliki 139 karyawan. Perusahaan yang berlokasi di Majalaya Kabupaten Bandung ini telah menjangkau pasar ekspor yaitu Jepang.

"Pemerintah berkomitmen untuk mendukung industri kecil dan menengah. Apalagi industri kain di Majalaya ini karena memiliki kluster sendiri jadi harus punya daya saing. Banyak hal yang bisa dilakukan Pemerintah, salah satunya terkait modal kerja, apalagi untuk ekspor. Kalau kreditnya tidak sedang macet, ada program dari pemerintah untuk memberikan tambahan modal kerja dan bisa restrukturisasi 2 tahun," kata Airlangga dalam keterangannya dikutip pada Jumat (5/6/2021).

Memasuki triwulan II-2021, sinyal pemulihan ekonomi semakin menguat dibandingkan triwulan I lalu. Pemulihan kepercayaan masyarakat yang mendorong perbaikan permintaan domestik, terus direspon positif oleh industri dengan meningkatkan aktivitas produksinya dan tercermin dari PMI Manufaktur yang terus meningkat ke level 55,3 di Mei 2021, naik dari posisi 54,6 pada April 2021.

Momentum akselerasi pemulihan ekonomi melalui penguatan permintaan terus berlanjut. Airlangga berharap jumlah wirausahawan di Indonesia semakin meningkat, khususnya dalam momentum pemulihan ekonomi nasional.

Bertambahnya wirausahawan di Indonesia tentunya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja dan akan mendorong produktivitas serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait