Penyaluran Kredit UMKM di Bali Capai Rp 44,30 Triliun

Oleh Liputan6.com pada 08 Jun 2021, 11:50 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 11:50 WIB
Ilustrasi OJK 2
Perbesar
Ilustrasi OJK

Liputan6.com, Jakarta - Penyaluran kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali meningkat di tengah pandemi Covid-19. Realisasi penyaluran kredit ini bisa menjadi angin segar untuk percepatan pemulihan kinerja UMKM di tengah pandemi.

"Sampai dengan posisi April 2021 kredit yang disalurkan kepada UMKM sebesar Rp 44,30 triliun," ujar Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8, Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto, dalam Webinar bertajuk Securities Crowdfunding Sebagai Alternatif Pendanaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (8/6/2021).

Tak hanya itu, rasio kredit bermasalah atau kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) perbankan juga terus menunjukkan tren perbaikan. Yakni berada diposisi 3,32 persen.

"Jadi, pada bidang perbankan di Provinsi bali outstanding kredit kepada UMKM selama pandemi justru menunjukkan peningkatan. Sementara itu, tren juga menunjukkan perbaikan," terangnya.

Dia mencatat, sampai dengan Mei 2021 terdapat sebanyak 79.707 debitur yang telah memperoleh restrukturisasi kredit. Adapun nilai restrukturisasi yang telah disalurkan mencapai Rp 15,23 triliun.

"ini menunjukkan percepatan yang sejalan dengan penerapan kebijakan stimulus yang dikeluarkan oleh OJK," tekannya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Pemerintah Siap Bantu Tambahan Modal Kerja Bagi UMKM Berorientasi Ekspor

FOTO: Mengunjungi Pameran Produk UMKM dalam Program Bangga Buatan Indonesia
Perbesar
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Jumat (4/6), mengunjungi dua lokasi usaha di Jawa Barat yang tetap dapat bertahan di masa pandemi.

Para pelaku usaha pun menyampaikan berbagai aspirasi sebagai upaya untuk mendorong industri kecil menengah (IKM) untuk terus berkembang di pasar lokal maupun global.

Dalam kunjungan tersebut, lokasi pertama yang dikunjungi Airlangga bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang adalah PT. Santosa Kurnia Jaya yang merupakan perusahaan skala menengah yang bergerak di bidang industri tekstil dan manufaktur.

Usaha yang didirikan oleh Dudi Gumilar ini memiliki 139 karyawan. Perusahaan yang berlokasi di Majalaya Kabupaten Bandung ini telah menjangkau pasar ekspor yaitu Jepang.

"Pemerintah berkomitmen untuk mendukung industri kecil dan menengah. Apalagi industri kain di Majalaya ini karena memiliki kluster sendiri jadi harus punya daya saing. Banyak hal yang bisa dilakukan Pemerintah, salah satunya terkait modal kerja, apalagi untuk ekspor. Kalau kreditnya tidak sedang macet, ada program dari pemerintah untuk memberikan tambahan modal kerja dan bisa restrukturisasi 2 tahun," kata Airlangga dalam keterangannya dikutip pada Jumat (5/6/2021).

Memasuki triwulan II-2021, sinyal pemulihan ekonomi semakin menguat dibandingkan triwulan I lalu. Pemulihan kepercayaan masyarakat yang mendorong perbaikan permintaan domestik, terus direspon positif oleh industri dengan meningkatkan aktivitas produksinya dan tercermin dari PMI Manufaktur yang terus meningkat ke level 55,3 di Mei 2021, naik dari posisi 54,6 pada April 2021.

Momentum akselerasi pemulihan ekonomi melalui penguatan permintaan terus berlanjut. Airlangga berharap jumlah wirausahawan di Indonesia semakin meningkat, khususnya dalam momentum pemulihan ekonomi nasional.

Bertambahnya wirausahawan di Indonesia tentunya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja dan akan mendorong produktivitas serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓