Rupiah Berpeluang Menguat Efek Imbal Hasil Obligasi AS

Oleh Tira Santia pada 08 Jun 2021, 10:29 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 10:32 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak datar pada perdagangan Selasa ini.

Mengutip Bloomberg, Selasa (8/6/2021), rupiah dibuka di angka 14.265 per dolar AS, tak berubah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Hingga pukul 10.20 WIB, rupiah masih berada di 14.265 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.254 per dolar AS hingga 14.265 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 1,53 persen.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, mengatakan, rupiah mungkin bisa menguat lagi hari ini karena imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun masih terlihat menekan ke bawah yaitu berada di kisaran 1,57 persen saat ini.

"Penurunan yield ini karena pasar berekspektasi bahwa bank sentral AS belum akan melakukan tapering setelah data tenaga kerja AS, non-farm payrolls bulan Mei, menunjukkan hasil di bawah ekspektasi," ujar Ariston.

Pasar menantikan data indeks harga konsumen AS Mei 2021 yang merupakan indikator inflasi, yang akan dirilis pada Kamis (10/6) malam, untuk menentukan arah harga selanjutnya. Angka yang di atas ekspektasi bisa mendorong kembali penguatan dolar AS.

Menurut Ariston, data inflasi yang konsisten menunjukkan kenaikan di atas 2 persen bisa memicu bank sentral AS mengubah kebijakannya menjadi lebih ketat. Hal ini yang juga mempengaruhi rupiah.

 

Dalam Negeri

FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dari dalam negeri, hari ini akan dirilis data cadangan devisa yang mungkin menunjukkan kenaikan cadangan karena surplusnya neraca perdagangan RI.

"Hasil yang menunjukkan kenaikan bisa mendukung penguatan rupiah terhadap dolar AS," kata Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp14.230 hingga Rp14.200 per dolar AS dengan potensi pelemahan di kisaran Rp14.300 per dolar AS.

Pada Senin (7/6) lalu, rupiah ditutup menguat 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.265 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.295 per dolar AS.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓