Cara Pemerintah Permudah Lacak Rumah Terdampak Bencana

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 08 Jun 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 08:30 WIB
Keluhan Warga Soal Penanganan Pasca Bencana Gempa Di Malang
Perbesar
Rumah warga di Desa Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, rusak parah terdampak gempa yang terjadi pada Sabtu, 10 April 2021 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan meluncurkan Sistem Informasi Pendataan Rumah Terdampak Bencana (Rutena). Sistem ini untuk membantu masyarakat yang huniannya terdampak bencana alam.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR M Hidayat mengatakan, wilayah Indonesia terletak pada jalur ring of fire sehingga rawan akan bencana alam.

"Saat terjadi bencana alam salah satu pendataan yang diperlukan adalah bagaimana kita tahu ada berapa banyak rumah yang rusak akibat bencana," kata Hidayat dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian PUPR telah membuat sebuah mekanisme yang efektif untuk membantu warga yang terdampak bencana dalam hal perumahan dan permukiman.

"Melalui mekanisme ini, kita bisa mendapatkan data yang cepat dan akurat untuk segera membantu masyarakat yang terdampak bencana terkait tempat tinggalnya," ujar dia.

Lebih lanjut, Hidayat menjelaskan, pemerintah punya tiga peran dalam tindak penanggulangan bencana, yakni pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana.

"Pada tahap pra-bencana kita perlu berkolaborasi bersama seperti latihan mitigasi terhadap bencana agar masyarakat juga tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana," imbuhnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Data Akurat

Keluhan Warga Soal Penanganan Pasca Bencana Gempa Di Malang
Perbesar
Bangunan rumah yang ambruk rata dengan tanah di Desa Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, dampak gempa yang terjadi di Malang pada Sabtu, 10 April 2021 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Oleh karenanya, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR merilis portal rutena.djpr.id sebagai sistem informasi pendataan rumah terdampak bencana yang dilengkapi informasi jenis bencana dan media untuk melakukan pendataan cepat. Selain itu juga tersedia media untuk melakukan pendataan mendalam dan akurat, sehingga dapat memberikan penilaian tingkat kerusakan rumah secara otomatis.

Sistem Informasi Pendataan Rutena ini untuk sementara akan digunakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Ditjen Perumahan dan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan apabila terjadi bencana di daerah. Selain itu, aplikasi ini diklaim punya fasilitas kamera 360 derajat sebagai penyampai informasi bencana, jejak digital, dan penilaian kerusakan sesuai dengan kondisi di lokasi.

"Kami berharap dengan dirilisnya aplikasi Rutena ini maka data yang ada di lapangan dapat disampaikan dengan baik kepada para pengambil kebijakan dan dapat memberikan kontribusi yang baik untuk seluruh unit organisasi dalam membantu warga terdampak bencana," tukas Hidayat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓