Kemenhub Janji Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Logistik

Oleh Liputan6.com pada 07 Jun 2021, 14:50 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 14:53 WIB
Hino dan BYD Kolaborasi Bikin Truk dan Bus Listrik (Asia Nikkei)
Perbesar
Hino dan BYD Kolaborasi Bikin Truk dan Bus Listrik (Asia Nikkei)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan akan mendukung penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi logistik. Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang SDM dan Komunikasi, Adita Irawati mengatakan pihaknya akan merekomendasikan penggunaan kendaraan listrik untuk sarana angkutan logistik kepada semua pihak.

"Kalau ada kendaraan listrik yang memenuhi syarat untuk angkutan listrik, kami akan berikan rekomendasi untuk bisa segera digunakan," kata Adita dalam Dialog Publik: Transportasi untuk Kelancaran Logistik dan Kemajuan Ekonomi Di Masa Pandemi, Jakarta, Senin (7/6).

Adita menjelaskan, kendaraan listrik untuk angkutan logistik memiliki standar berbeda dari kendaraan penumpang. Mulai dari kapasitas barang yang diangkut hingga penggunaan daya yang diperlukan.

"Karena memang beda, harus memenuhi standar kendaraan khusus logistik juga," katanya.

Meski begitu, pihkanya mengklaim telah menggunakan kendaraan listrik untuk kegiatan operasional. Sudah ada ratusan kendaraan listrik yang digunakan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

"Kementerian Perhubungan ini mobil operasionalnya ini sudah ratusan unit pakai kendaraan listrik," katanya.

Dia menambahkan, hal ini menjadi komitmen kementerian dalam mendukung program pemerintah untuk beralih ke energi bersih. Penggunaan kendaraan listrik ini sangat penting untuk menekan emisi karbon dan untuk kelestarian lingkungan.

"Ini penting buat emisi buat kelestarian lingkungan," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Meski Terpukul, Sektor Transportasi Jadi Jantung Arus Logistik Selama Pandemi

20161025-Tol-Laut-IA6
Perbesar
Petugas berjaga didekat KM Caraka Jaya Niaga III-4 yang digunakan sebagai kapal tol laut logistik Natuna di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/10). Tol Laut tersebut bertujuan menekan disparitas harga di Natuna. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemulihan ekonomi nasional tidak lepas dari peran sektor logistik yang relatif stabil di masa pandemi.

Hal ini dikarenakan aktivitas belanja daring cenderung meningkat sehingga menyebabkan kinerja angkutan barang meningkat.

"Sektor logistik relatif stabil didukung dengan jaringan transportasi yang memadai dan pembangunan infrastruktur berjalan dan konektivitas meningkat, mendukung aksesibilitas angkutan logistik di berbagai wilayah sehingga pasokan logistik selama pandemi tetap dapat dilakukan secara efisien dan efektif," ujar Menhub dalam acara Transportasi untuk Kelancaran Logistik dan Kemajuan Ekonomi di Masa Pandemi, Senin (7/6/2021).

Tercatat, di tahun ini, arus logistik mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada periode lebaran kemarin saja, arus logistik naik 60 persen, terutama pengiriman bersifat last-mile delivery alias pengiriman langsung ke konsumen melalui jasa pengiriman atau moda ojek online.

Lanjut Menhub, pihaknya secara konsisten mewujudkan konektivitas melalui simpul-simpul transportasi dan memastikan layanan angkutan logistik terus berjalan.

Dirinya juga memastikan layanan angkutan logistik dapat menopang ketahanan energi, pangan dan kegiatan sektor lain dengan baik sehingga ekonomi dapat bangkit mencapai kondisi yang lebih baik.

"Meski di masa pandemi sektor transportasi terpukul, ternyata sektor ini masih menjadi lokomotif ekonomi bahkan menjadi penopang sektor lain untuk bergerak," ujar Menhub.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓