Catat, Seluruh Kantor Pos Tetap Buka pada Sabtu-Minggu dan Libur Nasional

Oleh Andina Librianty pada 05 Jun 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 05 Jun 2021, 18:35 WIB
Kantor Pos Bogor Salurkan Bantuan Sosial Tunai ke Warga Terdampak Covid-19
Perbesar
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mencairkan bantuan sosial tunai di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020). Bantuan bagi yang terdampak COVID-19 tersebut berupa bantuan langsung tunai senilai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan ke depan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pos Indonesia (Persero) menambah jam operasional layanan dengan tetap buka pada Sabtu dan Minggu atau saat hari libur tahunan. Upaya ini dilakukan Pos Indonesia untuk menggarap market bisnis kurir dan logistik.

Penambahan jam operasional Pos Indonesia mulai berlaku awal Juni 2021. Layanan tersebut berlaku di semua Kantor Pos di seluruh Indonesia, dan operasionalnya akan buka selama 24 jam tanpa libur.

"Mulai Juni ini, kami buka selama tujuh hari seminggu, 24 jam sehari. Tidak ada libur, baik untuk Sabtu dan Minggu, atau tanggal merah," kata Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero), Siti Choiriana, dalam keterangan persnya, Sabtu (5/6/2021).

Menurut dia, penambahan jam operasional Pos Indonesia merupakan komitmen BUMN-nya meningkatkan layanan kepada masyarakat Indonesia. Pos Indonesia ingin memastikan, bahwa layanan Pos khususnya kurir dan logistik justru memberi pelayanan prima saat hari libur.

Saat ini, Pos Indonesia didukung oleh titik jaringan yang tersebar luas hingga pelosok negeri. Perseroan didukung lebih dari 4.000 kantor pos dan 28.000 Agen Pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di perkotaan, Pos Indonesia juga telah memiliki O-Ranger, untuk melayani kiriman jemput bola secara cepat.

"Kami bisa pastikan, mulai Juni ini Pos Indonesia akan melayani konsumen selama 24 jam dan tujuh hari seminggu. Kami pastikan layanan kami tidak ada istilah terputus di hari libur atau tanggal merah. Kami berharap, masyarakat senang menggunakan layanan kami ini," jelas direktur yang akrab disapa Anna itu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perdagangan E-Commerce

FOTO: Melihat Proses Distribusi Paket Sembako Lewat Pos
Perbesar
Menteri Sosial Juliari P Batubara meninjau proses distribusi paket sembako di Kantor Pos Rawamangun, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pemerintah melalui Kementerian Sosial mendistribusikan paket sembako untuk 1,2 juta keluarga terdampak pandemi virus corona COVID-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Diakuinya, saat ini perdagangan e-commerce tumbuh cukup pesat, seiring banyaknya platform marketplace dan perdagangan via media sosial.

Transaksi e-commerce terjadi tanpa ada batasan waktu. Seiring tren tersebut, penyedia jasa logistik dan kurir menjadi ujung tombak lancarnya ekosistem digital ini.

"Kami menyadari bahwa kiriman barang sangat meningkat justru pada Sabtu dan Minggu. Karena kami pahami kebutuhan kiriman ini sangat besar, termasuk adanya tuntutan customer, sehingga kami mencoba melayani tuntutan masyarakat ini," jelas Anna.

Pada ekosistem e-commerce, penjual dan konsumen sama-sama menginginkan adanya pelayanan secara cepat, tak terputus libur kerja. Optimalisasi ini yang menjadi fokus Pos Indonesia, agar kiriman barang dari penjual ke pembeli cepat sampai di tujuan.

Dengan maksimalnya layanan kurir dan logistik, Pos Indonesia berharap dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Di sisi lain, bisnis jasa keuangan juga terus digenjot Pos Indonesia, agar profit perusahaan terus meningkat.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓