Rupiah Melemah ke 14.315 per Dolar AS Dampak Membaiknya Data Ekonomi AS

Oleh Liputan6.com pada 04 Jun 2021, 10:50 WIB
Diperbarui 04 Jun 2021, 10:51 WIB
Rupiah-Melemah-Tipis-Atas-Dolar
Perbesar
Petugas menghitung uang rupiah di Bank BRI Syariah, Jakarta, Selasa (28/2). Rupiah dibuka di angka 13.355 per dolar AS, melemah tipis dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.341 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Jumat ini. Penyebab pelemahan rupiah ini disebabkan faktor eksternal.

Mengutip Bloomberg, Jumat (4/6/2021), rupiah dibuka di angka 14.295 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di 14.285 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 14.315 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.295 per dolar AS hingga 14.321 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 1,89 persen.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi, terkoreksi dipicu ekspektasi kebijakan moneter ketat bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Ekspektasi tersebut seiring membaiknya data ekonomi AS.

"Nilai tukar rupiah berpotensi melemah dengan kembali menguatnya yied obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke area 1,62 persen, setelah sebelumnya sempat berada di kisaran 1,59 persen," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra dikutip dari ANtara.

Menurut Ariston, penguatan imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun tersebut akibat membaiknya data tenaga kerja AS, klaim tunjangan pengangguran mingguan, dan data indeks aktivitas sektor jasa AS pada Mei.

"Membaiknya data ekonomi AS tersebut membuka peluang perubahan kebijakan moneter AS ke arah yang lebih ketat. Dan ini memicu penguatan dolar AS," ujar Ariston.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 90,513, naik tipis dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 90,512.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke kisaran 14.330 per dolar AS dengan potensi support di kisaran 14.250 per dolar AS.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

BI Akui Nilai Tukar Rupiah Masih Undervalued, Ini Prediksi Besaran di 2021

20161213-Antrean-Uang-Baru-AY1
Perbesar
Beberapa pecahan uang baru yang sudah dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang dapat ditukarkan di Blok M, Jakarta, Senin (19/12). Sedangkan uang rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa nilai tukar rupiah masih undervalued terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun tetap ada berbagai pontensi untuk menguatkan rupiah.

"Apakah nilai tukar kita masih undervalued secara fundamental? iya karena inflasi kita rendah, defisit transaksi berjalan rendah, dan juga ekonomi kita yang membaik," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Kendati demikian, ada potensi-potensi nilai tukar menguat. Namun juga ada ketidakpastian dan risiko tekanan nilai tukar dari sisi global, termasuk kenaikan US treasury yield.

"Kami akan terus melakukan stabilitas nilai tukar rupiah, dan ini juga didukung oleh cadangan defisa kami yang akhir bulan lalu adalah USD 138,8 miliar," tutur Perry.

Secara keseluruhan, BI memproyeksikan nilai tukar rupiah pada tahun ini berada di level Rp 14.200 - Rp 14.600. Kemudian diprediksi akan terus menguat pada tahun depan.

"Untuk nilai tukar di 2022, kami prediksi dikisaran Rp 14.100 sampai dengan Rp 14.500. Masih menguat dari 2021 karena ketidapastian global itu penguatannya memang tidak seperti mengarah betul kepada fundamental," ungkap Perry.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓