Kenalkan Para Orang Terkaya di Malaysia, dari Pengusaha Sarung Tangan hingga Logam

Oleh Andina Librianty pada 03 Jun 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 03 Jun 2021, 21:00 WIB
Bendera Malaysia (AFP PHOTO)
Perbesar
Bendera Malaysia (AFP PHOTO)

Liputan6.com, Jakarta Ekonomi Malaysia turut tertekan pandemi dengan kontraksi 5,6 persen pada 2020. Kendati demikian, Forbes mencatat bahwa total kekayaan 50 orang terkaya negara tersebut naik 14 persen menjadi hampir USD 90 miliar setelah dua tahun mengalami penurunan.

Dikutip dari Forbes, Jumat (4/6/2021), pundi-pundi kekayaan yang bertambah tersebut tak lepas dari posisi dominan Malaysia sebagai pembuat sarung tangan medis di dunia.

Di tahun pandemi ketika permintaan global untuk alat pelindung seperti itu melonjak, ekspor sarung tangan karet Malaysia naik dua kali lipat. Hal ini berhasil mendongkrak kekayaan produsen terbesar negara tersebut.

Forbes telah merilis Malaysia’s 50 Richest dengan lima diantaranya adalah produsen sarung tangan karet.

Dua orang diantaranya yaitu Lim Wee Chai dari Top Glove dan Kuan Kam Hon dari Hartalega Holdings, berada di peringkat 10 besar orang terkaya di Malaysia.

Tahun ini sekaligus menjadi kembalinya Lim Kuang Sia, yang mengontrol Kossan Rubber Industries bersama saudara-saudaranya, serta Stanley Thai yang mendirikan dan menjalankan Supermax Corp. dengan istrinya Cheryl Tan.

Kendati demikian, tidak ada satupun dari mereka yang bisa melengserkan juara bertahan, Robert Kuok, dari peringkat orang terkaya Malaysia.

Pria berusia 97 tahun ini memimpin kerajaan properti dan komoditas dengan kekayaan sebesar USD 12,2 miliar. Peringkat kedua ditempati oleh Quek Leng Chen dengan kekayaan USD 9,6 miliar.

Koon Poh Keong yang berbagi kekayaan dengan saudara-saudaranya berada di peringkat ketiga dengan total USD 6,4 miliar.

Saham Press Metal Aluminium Holdings milik mereka naik karena harga logam pulih, sehingga menambahkan kekayaan USD 3,4 miliar serta mendorong Kong dan siblings ke tempat ketiga.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Miliarder Pendatang Baru

Ilustrasi Miliarder Dunia. Unsplash/Hunter Race
Perbesar
Ilustrasi Miliarder Dunia. Unsplash/Hunter Race

Forbes juga mencatat lima pendatang baru tahun ini. Termasuk diantaranya adalah Tan Yu Yeh dan Yu Wei dari Mr D.I.Y Group dari bisnis ritel berada di peringkat kesepuluh. Total kekayaan tercatat USD 2,7 miliar.

Empat anggota baru lainnya berbasis di Penang, pusat teknologi sibuk yang diuntungkan dari perang perdagangan Amerika Serikat - China ketika perusahaan global berusaha mendiversifikasi rantai pasokan.

Mereka adalah Tan Eng Kee yakni cofounder Greatech Technology, yang membuat peralatan otomatisasi pabrik, Ng Chai Eng dan Lau Chee Kheong yang merupakan cofounder perusahaan layanan engineering UWC, dan Steven Siaw Kok Teng yang merupakan cofounder pembuat sistem inspeksi mesin presisi tinggi ViTrox.

Sementara itu, pandemi juga menggerus kekayaan 19 orang yang berada di dalam daftar. Diantaranya yang paling terpukul adalah miliarder Chen Lip Keong dan Lim Kok Thay.

Selain itu, juga ada tujuh orang kaya yang keluar dari daftar pada tahun ini. Duo bos AirAsia, Tony Fernandes dan Kamarudin Meranun, keluar dari daftar 50 orang terkaya di Malaysia karena tekanan pandemi yang memukul industri travel.

Syarat kekayaan untuk masuk ke dalam daftar Malaysia’s 50 Richest naik dari USD 255 juta pada tahun lalu menjadi USD 315 juta pada 2021.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓