Cerita Agen BRILink Febri Handini, Gigih Menjemput Nasabah hingga Buka Lapangan Kerja

Oleh Tira Santia pada 04 Jun 2021, 08:09 WIB
Diperbarui 04 Jun 2021, 08:09 WIB
Febi Handini, Agen BRILink di Pakintelan Gunungpati, Semarang. Foto: Dok Pribadi
Perbesar
Febi Handini, Agen BRILink di Pakintelan Gunungpati, Semarang. Foto: Dok Pribadi

Liputan6.com, Jakarta Pilihan Febri Handini (31 tahun) berhenti kerja dan menjadi agen BRILink tampaknya langkah tepat. Agen BRILink di Pakintelan Gunungpati, Semarang ini kini bisa menuai kesuksesan.

Dia mengaku termotivasi menjadi bagian agen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI ini setelah melihat kesuksesan agen BRILink lain.

“Saya jadi agen BRILink dari tahun 2017. Jadi waktu itu ada pihak BRI yang menawarkan belum tertarik, cuma setelah dipikir-pikir peluangnya bagus banget. Dan saya lihat di internet banyak agen BRILink yang untung, makannya saya berniat mendaftar diri langsung,” kata Febri kepada Liputan6.com, Jumat (4/6/2021).

Selain mendapatkan penghasilan, alasan Febri menjadi Agen BRILink adalah bisa membuka lapangan kerja untuk tetangga sekitar yang membutuhkan. Terutama mereka yang sudah lulus SMA tapi belum bekerja.

“Saya mempekerjakan pekerja sekitar 5 orang untuk gantian shift pagi sampai sore, lalu shift malam. Saya kelola BRILInk dua, pertama punya bapak saya dan satu lagi punya saya. Tapi kalau pegawai saya yang aslinya cuma 2 orang di satu tempat saja,” jelas Febri.

Dalam sehari Febri mampu melayani 150 transaksi. Terkadang ketika salah satu ATM di daerahnya sedang mengalami kerusakan, biasanya masyarakat beralih ke agennya untuk menarik uang. Alhasil, transaksinya bisa meningkat hingga 200 sehari. Namun jika dihitung per bulan bisa mencapai 4.000 -4.500 transaksi.

Dari awal hanya bermodal sekitar Rp 2 juta, kini dia mampu meraih penghasilan hingga Rp 12 juta per bulan dari hasil menjadi agen BRILInk. Dari Rp 12 juta tersebut digunakan Rp 3 juta untuk menggaji 2 karyawan yang bertugas melayani transaksi.

“Maka keuntungan bersihnya Rp 9 jutaan. Karena semakin berkembangnya transaksi kan tidak mungkin kita jaga sendiri, pastinya kita juga mengembangkan bisnis yang lain,” ungkapnya.

 

 

Menjemput Bola

Febri mengaku sebagai pribadi yang gigih mencari nasabah-nasabah baru. Dia menyebar jala dengan ikut berbagai komunitas sepeda motor, arisan PKK, ke pasar, ke Sekolah SMA hingga tempat wisata di sekitar Ungaran.

Dengan membawa mesin EDC, dia menjemput bola melayani para wisatawan yang butuh transaksi perbankan darurat.

“Saya tipe orang yang aktif, saya dari dulu giat berorganisasi sejak dari SD, SMP, dan SMA juga, waktu kuliah juga saya aktif berorganisasi di kampus. Nah, dalam kegiatan sehari-hari juga saya aktif ikut komunitas-komunitas. Selain dapat tambahan modal kita juga kenal dengan orang-orang di komunitas tersebut dan tambah relasi,” ungkap dia.

Tidak hanya itu saja strateginya, Febri juga giat menawarkan produk-produk yang ditawarkan apabila bertransaksi di agennya. Misalnya kemudahan pembayaran asuransi BPJS.

Dalam berusaha tentunya selalu ada suka duka, perempuan berusia 31 tahun ini tak menampik sering mengalami kesulitan untuk menarik uang tunai di ATM.

Itu karena ada batasan penarikan hanya sampai Rp 10 juta saja, padahal dia sangat membutuhkan uang tunai untuk modal tarik tunai di agennya.

Febri mengaku senang bisa menjadi agen BRILink lantaran dia bisa bertemu dengan berbagai karakter masyarakat sekaligus menambah relasi baru. 

Memutar Uang Kembali

Hal yang bisa ditiru dari Febri, ternyata selama menjadi agen BRILink dia tidak membelanjakan hasil keuntungan untuk membeli barang-barang seperti kendaraan dan lainnya.

Dia lebih suka memutarkan uang tersebut untuk bisnis kembali. Salah satunya memberdayakan orang sekitar untuk memproduksi serta membantu memasarkan makanan peyek.

Memang di daerahnya banyak produsen peyek, namun sejak pandemi penjualan mereka menurun. Dengan kemampuannya, dia membantu memasarkan peyek tersebut secara online. Alhasil, produsen peyek daerahnya bisa terus bertahan hingga sekarang.

Tak berhenti sampai di situ saja, uang keuntungan jadi agen BRILink juga  diputar untuk membuka usaha penyewaan internet WiFi bagi warga sekitar.

“Aku tipe orang yang pantang menyerah, kalau ada peluang selalu dimanfaatkan. Karena saya tinggal di desa keuntungannya itu saya buka usaha alat-alat mikrotik yang berhubungan dengan wifi untuk menyalurkan internet di daerah saya,” ujarnya.(*)

 

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓