Pemerintah Bakal Manfaatkan Fasilitas Perhotelan Pasarkan Produk UMKM

Oleh Liputan6.com pada 31 Mei 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 31 Mei 2021, 17:00 WIB
FOTO: Mengunjungi Pameran Produk UMKM dalam Program Bangga Buatan Indonesia
Perbesar
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perdagangan bersama sejumlah pihak berkolaborasi untuk meningkatkan permintaan produk UMKM melalui pemanfaatan fasilitas perhotelan, jasa akomodasi dan pemberian layanan perbankan.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata, Dadang Solihin mengatakan kolaborasi tersebut sangat penting dilakukan pemerintah untuk mendorong peningkatan permintaan dan pemberdayaan produk dalam negeri. Sebab UMKM memegang peranan penting dalam dan menjadi strategi utama dalam ketahanan perekonomian nasional.

"UMKM dalam kegiatan perekonomian punya peran penting dan strategis. Utamanya untuk menjaga ketahanan ekonomi," kata Dadang dalam acara: Perjanjian Kerja Sama Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan, Jasa Akomodasi, dan Pemberian Layanan Perbankan di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (31/5).

Lebih lanjut dia menjelaskan, UMKM telah menjadi pilar utama dan menyumbang besar terhadap PDB negara, baik di skala nasional maupun daerah. Alasannya, UMKM mampu menyerap tenaga kerja dan dianggap sebagai katup pengaman negara.

"Bisa dilihat dari indikasinya yang mampu menyediakan lapangan usaha dan mampu menampung tenaga kerja, makanya UMKM ini disebut juga katup pengaman," kata dia.

Selain itu, dari sisi ketahanan usaha, pelaku UMKM memiliki daya tahan yang kuat. Tidak sedikit dari mereka yang masih bisa bertahan dan bangkit di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Hanya saja, masalah utama UMKM terletak pada kualitas produk dan pengemasan yang kalah saing dengan industri besar. Mereka juga terhambat akses pemasaran produk yang jangkauannya masih terbatas.

Maka dari itu, dalam kerja sama ini, Pemerintah berkomitmen untuk memasarkan produk UMKM lewat berbagai upaya. Mulai dari pelatihan, pendampingan hingga akses ke pembiayaan. Apalagi di era digitalisasi ini kehadiran perbankan sangat ditunggu untuk menyuntikkan dana.

"Maka, peran perbankan ini sangat penting dalam pembiayaan dan digitalisasi dan pengembangan bisnis," kata dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dukungan Pemprov DKI Jakarta

Halal Park Senayan
Perbesar
Pengunjung melihat produk UMKM dari Rumah Kreatif BUMN (RKB) binaan BNI saat Launching Halal Park di Senayan Jakarta, Selasa (16/4). Halal Park yang akan bertransformasi menjadi Halal Distrik didesain menjadi ekosistem bagi pelaku industri gaya hidup halal di Tanah Air. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam hal ini, Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan dengan menyiapkan berbagai regulasi yang memudahkan para UMKM untuk mengembangkan produk dan berkreasi. Sehingga produk-produk buatan dalam negeri bisa dikenal lebih luas, tak hanya beredar di pasar lokal.

Adapun implementasi dari dari perjanjian kerja sama ini bakal memudahkan antar pihak berkepentingan untuk saling bertukar informasi dan data. Sehingga bisa memudahkan komunikasi antar pihak untuk kepentingan dan tujuan yang sama.

"Kerja sama ini bisa meningkatkan dan memudahkan komunikasi seperti pertukaran data dan informasi," kata dia.

Selain itu, di sektor perdagangan bisa bekerja sama pihak terkait, sehingga bisa meningkatkan pemasaran produk UMKM dengan mudah dan murah dengan kredit UMKM. Kerja sama ini diharapkan bisa membantu pemulihan ekonomi baik di daerah maupun secara nasional.

"Diharapkan kerjasama ini turut mensukseskan program pemulihan ekonomi nasional dan daerah dalam membangkitkan UMKM yang terdampak pandemi Covid-19," kata dia mengakhiri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓